Nasional Eks Bupati Bangkalan Meninggal, Ini Penjelasan KPK Soal Status Tersangka

Eks Bupati Bangkalan Meninggal, Ini Penjelasan KPK Soal Status Tersangka

BERBAGI

Tribunriau- Terbukti melakukan penyuapan kepada Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Wahid Husen, Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron ditetapkan sebagai tersangka.

Suap senilai Rp 71 Juta diberikan kepada Wahid terkait izin keluar lapas untuk berobat.

Namun, dikarenakan kondisi kesehatan menurun, Fuad tidak tertolong dengan medis dan akhirnya meninggal dunia.

Bagaimana status yang disandangnya sebagai tersangka oleh KPK? sedangkan lembaga anti rasuah tersebut tidak memiliki wewenang menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dan penuntutan.

Terkait hal ini, dilansir Kumparan, KPK memberi jawaban. Melalui Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan status tersangka Fuad menjadi gugur. Gugurnya kasus ini mengacu pada Pasal 77 KUHP yang berbunyi:

Kewenangan menuntut pidana hapus jika tertuduh meninggal dunia.

“KPK akan mengacu pada Pasal 77 KUHP yang mengatur bahwa kewenangan menuntut pidana hapus jika terdakwa meninggal dunia,” ujar Basaria dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (16/10) dilansir Kumparan.

“Meskipun Pasal 77 KUHP tersebut mengatur di tahapan penuntutan, namun karena tahapan lebih lanjut dari penyidikan adalah penuntutan, sedangkan kewenangan penuntutan hapus karena terdakwa meninggal. Maka secara logis proses penyidikan untuk tersangka FA (Fuad Amin) tersebut tidak dapat diteruskan hingga tahapan lebih lanjut,” lanjut Basaria.

Basaria juga menyatakan, gugatan perdata kepada Fuad sesuai Pasal 33 UU Pemberantasan Tipikor juga tak bisa dilakukan. Pasal 33 itu berbunyi:

Dalam hal tersangka meninggal dunia pada saat dilakukan penyidikan, sedangkan secara nyata telah ada kerugian keuangan negara, maka penyidik segera menyerahkan berkas perkara hasil penyidikan tersebut kepada Jaksa Pengacara Negara atau diserahkan kepada instansi yang dirugikan untuk dilakukan gugatan perdata terhadap ahli warisnya.

Sebab kasus yang menjerat Fuad ialah suap yang tidak perlu membuktikan ada atau tidaknya unsur kerugian negara.

“Sehingga dalam penyidikan ini, KPK akan fokus menangani perkara yang melibatkan 4 tersangka lainnya,” kata Basaria.

Empat tersangka itu ialah terpidana korupsi Lapas Sukamiskin Tubagus Chaeri Wardana; dua eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dan Deddy Handoko; serta Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi (GKA), Rahadian Azhar.(red)