Ekonomi Di KSB Sagulung, H. Sumali Perjuangkan WTO 0 Persen

Di KSB Sagulung, H. Sumali Perjuangkan WTO 0 Persen

BERBAGI

BATAM, Tribunriau- Dengan dipungutnya WTO (uang wajib tahunan) kepada masyarakat yang tinggal di kapling KSB Sagulung, Batam, Anggota DPRD Batam, H Sumali menegaskan akan memperjuangkan WTO 0 persen.

“Saya selaku Anggota DPRD Batam akan memperjuangkan ini ke BP Batam menjadi nol persen, karena mereka adalah warga masyarakat Batam dan baru mau membayar awal,” ujar H Sumali saat acara reses kunjungan kerja anggota DPD, Ir M.Nabil di Masjid Hidayatul Ulum, Kavling Kamboja Sagulung, Selasa (7/11/2017).

Terlebih lagi dengan adanya variasi harga yang ditetapkan oleh BP Batam. Untuk pemegang tangan pertama, oleh BP Batam dikenakan Rp47.100, dan tangan kedua sebesar Rp100.700. Hal tersebut dinilai mempersulit masyarakat.

“Jangan dipersulit dengan pembayaran WTO (uang wajib tahunan) BP Batam yang bervariasi, ada tangan pertama, kedua, tangan pertama harus bayar sejumlah Rp47.100, tangan kedua  Rp100.700. ini mepersulit masyarakat, apalagi rata- rata masyarakat sekarang ekonominya sangat sulit, kemudian apa dasarnya BP Batam membuat harga sangat mencekik warga,” tambah H Sumali.

Memperjuangkan WTO 0 persen bagi masyarakat KSB Sagulung, lanjut H Sumali yang berada di Komisi III ini, adalah merupakan kewajiban dirinya sebagai wakil rakyat.

“Ini merupakan kewajiban saya memperjuangkannya,” ujar H. Sumali.

H Sumali juga mempersilahkan kepada BP Batam jika menaikkan harga WTO di daerah industri, tapi tidak untuk warga yang kurang mampu, khususnya di KSB.

“BP Batam mau naikkan WTO di daerah industri, mau berapa saja silahkan, tapi bagi masyarakat KSB jangan, ini yang sedang diperjuangkan Walikota Batam, bagi masyarakat yang sudah punya rumah, ini adalah awal pembayaran WTO, jangan ada tangan pertama, tangan kedua, dibuat rata semua,” jelasnya.

H Sumali berharap, pimpinan BP Batam yang baru dilantik agar mendengar, cepat dan tanggap atas keluhan dari masyarakat. (pilian)