Bersama Menko PMK, Polres Bengkalis Zoom Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat 2026

Bengkalis, Tribunriau – Bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia Prof.Dr.Pratikno, Polres Bengkalis melaksanakan Zoom Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026, dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, di Ruang Command Center Polres Bengkalis, Jl.Pertanian Bengkalis, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Senin (02/03/26) sekira pukul 09.00 WIB.

Rakor dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, dan dihadiri unsur Forkopimda serta perwakilan instansi terkait, di antaranya perwakilan Kodim 0303 Bengkalis, Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPBD, Satpol PP, Dinas PUPR, serta Pejabat Utama Polres Bengkalis.

Tampak pada layar monitor Menko PMK RI Prof.Dr.Pratikno menyampaikan, bahwa dinamika situasi menjelang, saat, dan pasca Idul Fitri 1447 H memiliki tingkat kompleksitas tinggi, baik dari aspek keamanan, sosial, ekonomi, maupun kebencanaan. Rangkaian kegiatan mulai dari pembagian THR, malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, arus mudik dan balik, hingga normalisasi aktivitas perkantoran dan sekolah diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.

Secara nasional, pergerakan pemudik diperkirakan mencapai ±143,91 juta orang, dengan konsentrasi arus dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Jawa Barat. Kepadatan diprediksi terjadi di jalur utama Jawa–Sumatera, pelabuhan penyeberangan Merak–Bakauheni, bandara internasional, terminal, dan sejumlah stasiun besar.

“Kondisi ini menuntut pengamanan terpadu, rekayasa lalu lintas adaptif, serta kesiapsiagaan terhadap potensi kecelakaan dan gangguan akibat faktor cuaca,” ujar Menko PMK.

Lebihlanjut dikatakan Pratikno, dari aspek kamtibmas, terdapat potensi kerawanan berupa kriminalitas konvensional seperti pencurian rumah kosong, curanmor, jambret, hingga penipuan tiket dan travel ilegal.

Selain itu, potensi tawuran remaja saat sahur on the road, serta isu provokasi dalam ceramah keagamaan juga menjadi perhatian, terutama jika terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal.

Momentum Idul Fitri yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi dan perayaan Cap Go Meh juga dinilai memiliki potensi gesekan sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pendekatan persuasif, komunikasi publik yang efektif, serta pengamanan preventif menjadi strategi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Dari sisi ekonomi, meskipun secara umum bahan pokok relatif stabil, sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, cabai rawit merah, daging ayam ras, telur, dan minyak goreng mengalami kenaikan harga akibat peningkatan permintaan serta faktor distribusi dan cuaca.”Kondisi ini perlu diantisipasi melalui pengawasan distribusi, operasi pasar, serta langkah stabilisasi harga guna menjaga daya beli masyarakat,” ujar Menko PMK.

Selain itu, lanjutnya lagi, potensi aksi buruh terkait tuntutan pembayaran THR dan isu ketenagakerjaan juga menjadi perhatian, sehingga diperlukan pengamanan dan pengawalan dialog secara humanis agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.

Aspek kebencanaan turut menjadi fokus pembahasan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia selama Maret 2026. Faktor monsun Asia, MJO, gelombang atmosfer, serta potensi siklon tropis dapat berdampak pada kelancaran transportasi dan aktivitas ibadah masyarakat.

“Melalui sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi perhubungan, BMKG, BNPB, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan deteksi dini, pemetaan kerawanan, pola pengamanan berlapis, serta kesiapsiagaan tanggap darurat dapat berjalan optimal,” kata Menko PMK.

Diutarakan Menko PMK Pratikno, secara umum, situasi menjelang dan pasca Idul Fitri 1447 H diperkirakan tetap kondusif, namun memiliki potensi eskalasi apabila tidak dikelola secara komprehensif. Dengan penguatan fungsi intelijen, pengamanan preventif dan represif yang proporsional, stabilisasi ekonomi, mitigasi bencana, serta pendekatan humanis kepada seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Ops Ketupat 2026 diharapkan berjalan aman, tertib, dan lancar.