Lingkungan Baru Dapat Penghargaan Bebas Asap, Riau Malah Kembali ‘Berasap’

Baru Dapat Penghargaan Bebas Asap, Riau Malah Kembali ‘Berasap’

BERBAGI

SELATPANJANG, Tribunriau – Setelah Provinsi Riau meraih penghargaan bebas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu, kini Provinsi Riau kembali berasap.

Beberapa daerah di Kabupaten/Kota di provinsi Riau terpantau titik hotspot, dan sebagian daerah sudah diselimuti asap. Salahsatunya di Desa Lukuh Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hampir sepekan, sampai saat ini, Selasa (15/2/2018) kebakaran tersebut masih dalam penanganan tim di lapangan yang saat ini api masih terlihat membara. Informasi terbaru dari BPBD Kepulauan Meranti, Karhutla tersebut luasnya sudah mencapai hampir 200 hektar, bahkan kebakaran sudah melahap lahan konsesi milik PT National Sago Prima (NSP) seluas 50 hektar.

Tidak tanggung tanggung, BPBD Kepulauan Meranti turun dengan mengerahkan kekuatan penuh. Adapun kekuatan personel yang masih berada di lapangan, terdiri dari BPBD 45 orang, Polsek Tebingtinggi 6 orang, Koramil 5 orang, Pemerintah Kecamatan 3 orang, perangkat Desa, MPA dan masyarakat Desa Lukun 60 orang, Karyawan Kilang Sagu 30 orang dan Tim Fire PT NSP 28 orang.

Untuk memaksimalkan upaya pemadaman, BPBD Riau telah mengirim helikopter water bombing ke lokasi.

“Ya betul, kita sudah berkoordinasi dengan pihak PT IKPP sinarmas dan kita minta bantuan untuk mengirimkan helikopter WB ke lokasi guna mendukung upaya pemadaman api yang sedang dilakukan tim darat,” ujarnya.

Keterangan Asisten Manager Public Relation PT Arara Abadi Sinarmas Forestry, Nurul Huda, Kamis (15/2/2018) siang menjelaskan, upaya pemadaman di Kepulauan Meranti pihaknya membenarkan telah mengerahkan kekuatan helikopter Super Puma tipe One.

“Kemarin, tepatnya Rabu (14/2/2018) dari lokasi kami di Siak, pihak kami telah menerbangkan Helikopter Super Puma Tipe One, Sinarmas Group ikut berjibaku dalam upaya pemadaman Karhutla di Meranti. Dan itu permintaan dari Pemprov Riau melalui BPBD,” ungkapnya.

Dalam operasi tersebut memang tidak ada kendala masalah sumber air. Perkiraan terdapat 43 sorti dengan jumlah per sorti sekira 4500 liter.

“Dalam upaya pemadaman itu, totalnya sebanyak 193.500 liter air telah dijatuhkan di lokasi kebakaran itu,” ujarnya.

Namun upaya permohonan untuk hari kedua Kamis (15/2/2018) terakhir sekira pukul 12: 45 WIB pihak Pemprov Riau belum ada meminta untuk menerjunkan water bombing menggunakan helikopter pihaknya tersebut.

“Untuk hari ini, setahu saya belum ada pemerintah meminta kami untuk turun melakukan water bombing. Nanti kalau udah masuk saya kabari ya,” ungkapnya melalui panggilan telephone.

Selain itu sambungnya lagi, dalam upaya pemadaman, penggunaan water bombing hanya sebagai upaya awal dalam proses pendinginan. Dalam efektifitas pemadaman Karhutla, ia menilai yang memiliki peran lebih adalah tim yang melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Edward Sanger menambahkan, meski kebakaran sudah meluas di beberapa daerah, namun Provinsi Riau sendiri belum menetapkan Status Siaga untuk kondisi saat ini. Pasalnya, belum cukup syarat untuk menetapkan status siaga.

Sejauh ini, baru Kabupaten Indragiri Hilir yang menetapkan Status Siaga Karhutla. Sementara Kabupaten Kepulauan Meranti yang beberapa lahan masih mengalami kebakaran belum mengambil kebijakan. Begitu juga di Bengkalis yang juga beberapa kali terpantau hotspot (titik panas).

“Minimal ada 2 darah menetapkan status serupa, baru Provinsi Riau bisa menetapkan status yang sama,” katanya.

Kata Edwar, Pemkab Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti sudah berembuk untuk mengikuti jejak Inhil pada hari ini. Jika Bengkalis dan Meranti menetapkan status itu, maka sudah cukup syarat bagi Pemprov Riau untuk menetapkan status siaga Karhutla dalam skala provinsi.

“Kami tunggu dulu lah hasilnya. Kan sekarang baru satu. Kalau sudah dua baru kami bergerak untuk menetapkan status sana di tingkat Provinsi Riau. Bengkalis dan Meranti hari mereka rapat,” jelasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengatakan bahwa pihaknya sudah memasukkan draft usulan untuk menetapkan Kepulauan Meranti  sebagai status siaga Karhutla.

“Pemkab Kepulauan Meranti sebentar lagi akan akan menetapkan siaga Karhutla, saat ini draft usulannya sedang diproses di bagian hukum,” kata Edy. (hrc)