Nasional Anak Komandan Brimob Jadi Tersangka Tewasnya Taruna Akpol

Anak Komandan Brimob Jadi Tersangka Tewasnya Taruna Akpol

4
BERBAGI
SEMARANG, Tribunriau – Polda Jateng telah menetapkan 14 orang tersangka terkait tewasnya Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam di Asrama Kesatria Akpol, Semarang, Jawa Tengah pada beberapa waktu lalu. Satu dari 14 tersangka tersebut dikabarkan adalah anak dari Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.
Saat dikonfirmasi, Murad pun membenarkan kabar tersebut. “Anak saya yang kedua yang menjadi tersangka,” kata Murad saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 6 Juni 2017.
Murad mengatakan, saat kejadian anaknya berada di lokasi. Namun, menurut dia, anaknya tidak ikut melakukan pemukulan. “Anak saya ada di sana. Dia enggak mukul. Malah jadi tersangka, dia ada di sana,” ujarnya.
Terkait dengan peristiwa tersebut, Murad hanya bisa pasrah. Sebagai ayah, ia berusaha membela. Namun, tak ada pilihan lain, ia tetap menghormati langkah penegakan hukum yang ditegakkan oleh institusi Polri.
“Saya berusaha membela, tapi ya hukum harus ditegakkan. Kita biarkan saja, mungkin nasibnya bukan jadi polisi,” ujarnya.
Tetap jalan
“Sebanyak 14 orang sudah diperiksa. Penyidik sudah menentukan siapa kaitan dengan unsur pidana. Mana yang tidak, mana yang terpenuhi unsur pidana. Saya enggak bicara siapa-siapa (bapaknya). Di mata hukum semua sama,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 6 Juni 2017.
Rikwanto mengatakan, dalam kasus ini ada dua proses yang saat ini tengah berjalan. Pertama, masalah pidana yang ditangani Polda Jateng. Masalah selanjutnya yakni soal pengasuhan di Akpol yang ditangani Propam.
“Keduanya berjalan. Masalah pidana ini diproses Polda Jateng. Di mana 14 orang tersangka itu sudah diproses dan sudah ditahan. Untuk pengasuhan masih dalam proses, kan sudah ada yang dimutasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf telah dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza. Rycko diminta membenahi sistem pengasuhan supaya tidak terulang kembali masalah seperti ini. “Jadi semua sudah berjalan on the track,” ujarnya. (viva)