Hukrim 7,5Kg Sabu dan Ribuan Pil Ektasi Berasal dari Luar Riau

7,5Kg Sabu dan Ribuan Pil Ektasi Berasal dari Luar Riau

BERBAGI

PEKANBARU, Tribunriau – Polda Riau berhasil mengungkap dalang yang membawa 7,5 Kg sabu dan 28.500 pil ekstasi, 3 tersangka berhasil diamankan. Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau memastikan bahwa barang tersebut berasal dari luar provinsi Riau.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Hariono kepada wartawan saat ekspos di Mapolda Riau, Senin (30/10/207) meyakinkan bahwa Bengkalis, Riau, tidak memiliki produk barang haram tersebut.

“Keyakinan saya ini, telah melalui proses penyidikan dari beberapa kasus yang sebelumnya berhasil kita ungkap sebanyak 40 kilogram sabu, lalu, itu juga dari Bengkalis tapi dikirim dari luar,” ungkap Hariono.

“Jadi di Bengkalis tidak ada produksi barang ini. Itu perkiraan kami,” tegas Hariono.

Disebutkan Hariono, bahwa tersangka RN mendapat upah dari bandar besarnya sebanyak Rp 60 juta sampai barang, tapi sebagai uang muka baru diterimanya sekitar Rp 5 juta. Untuk diketahui, tersangka ini tidak mengenali siapa bandarnya.

“Jadi RN ini mendapatkan upah dari pengiriman barang sebesar Rp 60 juta (jika berhasil,red), tapi baru diterima sabagai tanda jadi baru Rp 5 juta. Anehnya lagi ia tidak mengetahui siapa orang yang meminta pengiriman barang ini, hanya melalui telpon,” kata Hariono.

Ditambahkan Hariono, barang yang dibawanya ini diambil dari Bengkalis tepatnya di sebuah pondok yang terselubung jauh dari pemukiman penduduk. Dengan bermodalkan komunikasi, RN nekat mengirimkan barang tersebut ke tujuan yang telah ditentukan bandarnya.

“Barang itu diambilnya dari tempat yang jauh dari permukiman warga tepatnya di Bengkalis yang langsung dibawa ke Pekanbaru dengan menggunakan mobil Avanza. Tersangka ini juga selalu berkomunikasi untuk pengiriman barang,” terang Hariono.

Sebelumnya juga, RN sudah pernah melakukan aksi nekatnya ini, yang kebetulan lolos dari jerat hukum dengan upah yang didapatkannya sebanyak Rp 20 juta. Namun barang buktinya lebih sedikit dari yang sekarang ini.

“Sudah dua kali RN ini melakukan hal yang sama. Pertama lolos dari mata hukum dengan upah Rp 20 juta, tapi sedikit jumlah barangnya. Terus yang kedua kalinya dilakukan berakhir dengan penangkapan,” sebut Hariono.

Lebih lanjut, Hariono mengatakan total jumlah barang haram ini sabu dan pil ekstasi diakumulatifkan dengan mata uang diperkirakan sekitar Rp15 miliar lebih. Sementara 2 senjata Airsoft Gun yang ditemukan petugas di dalam kost ID dan teman wanitanya A merupakan hasil narkoba.

“Jadi total jumlah seluruh barang bukti ini diuangkan diperkirakan seberar Rp 15 miliar lebih. Terhadap 2 senjata jenis Ari Softgun, 1 diantaranya milik ID dari hasil transaksi narkoba dan 1 lagi milik orang yang menggadaikannya,” tambah.

Terhadap pengungkapan siapa bandar besarnya, pihaknya merasa mendapatkan kendala. Dimana saat interograsi terhadap tersangka, mereka tidak saling mengenal satu sama lain, hanya bermodalkan komunikasi melalui telpon seluler.

“Sistem rantai yang dilakukan mereka ini, terputus-putus. Tidak mengenai satu sama lain oleh tersangka ini. Jadi saya meminta waktu untuk mendalami lebih lanjut proses pengembangan menemukan siapa dalang sebenarnya,” pungkas Hariono. (halloriau/red)