Ekonomi 2 Minggu Jelang Panen Raya, RI Malah Impor Beras 500.000 Ton

2 Minggu Jelang Panen Raya, RI Malah Impor Beras 500.000 Ton

BERBAGI


JAKARTA, Tribunriau – Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan meminta pemerintah RI untuk membatalkan rencana impor beras sebesar 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam yang sampai di akhir Januari 2018 ini.

Ia menilai kebijakan impor beras saat ini tidak tepat waktu karena petani hendak memasuki panen raya.

“Dua minggu lagi sudah mulai panen raya, sehingga kebijakan impor ini sama saja hukuman yang tidak adil bagi petani yang sudah banting tulang bekerja keras,” ujar Daniel Johan dilansir dari Okezone Sabtu 13 Januari 2018.

Jadi, lanjut dia, kebijakan impor yang dilakukan pemerintah saat ini tidak perlu karena tidak membantu situasi.

“Yang namanya impor tidak bisa kita butuh saat ini lalu berasnya langsung ada saat ini juga, jadi buat apa impor kalau dua minggu lagi kita sudah mulai panen raya, itu sama saja buat petani miskin dan menangis,”pungkasnya.

Dia mengakui, kebijakan impor tidak selalu buruk, tapi tidak bisa kebijakan impor itu reaktif seperti sekarang, yang tidak menyelesaikan kekosongan beras dan tingginya harga saat ini.

“Malah sebaliknya memukul petani yang akan panen raya saat beras impor mulai masuk,” sambungnya.

Dia menambahkan, sampai kapan pun pemerintah tidak akan bisa membuat perencanaan yang baik bila datanya tidak baik dan valid.

“Jadi Bappenas, BPS, Menkeu, Mentan, Mendag harus duduk bareng merumuskan kebijakan dari satu tahun sebelumnya dengan memastikan sumber data yang akurat dan valid,” katanya.

Kalau tidak, ujar dia lagi, kasihan petani yang dari tahun ke tahun selalu digempur impor saat mau panen raya.(***)