Suara Kalimat Tauhid di Video Pengeroyokan Suporter Bola, Mustofa Nahra: Diduga Editan

Lima orang yang diduga pengeroyok suporter Persija, Hariangga Sirila
Lima orang yang diduga pengeroyok suporter Persija, Hariangga Sirila

Tribun Riau- Video aksi pengeroyokan terhadap salah seorang suporter bola berisikan suara kalimat tauhid (la ilaha illallah, red) yang tersebar di media sosial diduga sudah diedit.

Pasalnya, ada beberapa video yang sama sebagai pembanding yang tidak memiliki suara kalimat tauhid.

Demikian cuitan Mustofa Nahrawardaya menyikapi beberapa netizen yang diduga mencoba ‘mengarahkan’ aksi pengeroyokan tersebut kepada Islam.

“Dugaan saya, suara Laa illa ha illallah dalam video pembunuhan supporter itu, EDITAN. Ada yang ngedit, nambahi. Ada video pembandingnya. Gak ada suara itu. Clear!,” cuit Mustofa Nahra dengan akun Twitternya @AkunTofa, Selasa (25/9/2018).

Cuitan tersebut diduga untuk membalas cuitan akun Deny Siregar yang sebelumnya mengatakan bahwa segerombolan pengeroyok tersebut menyiksa korban sambil berdzikir.

“Berdzikir sambil menyiksa orang sampai mati itu hasil pendidikan radikalisme yang dipelihara selama sekian puluh tahun.

Anak-anak itu di pendidikan agamanya selalu diajarkan ayat perang, bukan ayat kasih sayang.

Masih bilang radikalisme itu tidak berbahaya ?,” tulis @Dennysiregar7, Senin (24/9/2018).

Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait video yang beredar luas di media sosial. (red)

https://twitter.com/AkunTofa/status/1044276478395858944