ROHIL, Tribunriau.com – Badan usaha milik Daerah (BUMD) PD Sarana pembangunan Rokan Hilir (SPR) coffee morning bersama puluhan insan pers, Rabu (22/3/23) dijalan mawar Bagansiapiapi.
Pada acara coffee morning tersebut Direktur utama BUMD PD SPR Rahmad Hidayat menyampaikan beberapa hal tentang situasi dan keadaan BUMD PD sarana pembangunan Rokan Hilir Dari Tahun 2016 sampai saat ini.
Plt Direktur Utama BUMD PD SPR Rahmad Hidayat menyampaikan, bahwa Hajat untuk coffee morning bersama pers ini sebenarnya sudah lama, baik priode pertama saya di BUMD PD sarana pembangunan Rohil 2016 – 2020 dengan direktur utama saudara Hendra , direktur produksi marjaharudin, Direktur keuangan saudari Triana sonya dan Rahmat Hidayat sebagai Direktur umum, tapi tidak sempat terwujud karena berbagai aktivitas dan kesibukan,” Katanya
” Alhamdulillah di priode ke Dua 2021 -2026 saya masuk kembali diberikan amanah bersama Direktur Utama bang kasmir Dahlan , Direktur keuangan Zulfakar, Direktur pengembangan Muhammad syah fadri dan saya sendiri (Ramat Hidayat -red) dalam jabatan yang sama sebagai Direktur umum,” Ujar Rahmad Hidayat.
Namun, jelas Dia, perlu disampaikan 20 nopember 2022 bang kasmer dengan berbagai pertimbangan mengundurkan diri dari BUMD PD sarana pembangunan Rokan Hilir, cuma penjelasan pengunduran dirinya lebih baik di konfirmasi kepada yang bersangkutan, karena kami tidak punya kapasitas soal itu . Tapi intinya adalah setelah pengunduran diri bang kasmir saya diberikan amanah sebagai Plt Direktur utama BUMD PD SPR , tentu ada masanya dari Plt Ini, apapun ceritanya kami tetap melakukan berbagai hal dalam rangka perbaikan peningkatan pelayanan dan bagaimana inkam yang didapati oleh BUMD PD SPR bisa ditingkatkan .
” Menurutnya tujuan berdirinya BUMD PD Sarana pembangunan Rokan Hilir itu bagaimana bisa menciptakan ekonomi masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja dan bisa memberikan laba kepada Daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) , mungkin ini yang menjadi tujuan,” Ungkap Rahmad Hidayat.
Lebih lanjut dikatakanya, Pertama yang ingin disampaikan untuk klarifikasi , karena selama ini belum pernah terpublikasi, banyak mungkin presepsi – presepsi yang negatif, bahkan introgatif, tanda tanya tapi kami tidak sempat mengklarifikasi.
” saya coba merekap tadi untuk di priode 2016 – 2020 BUMD PD sarana pembangunan Rokan Hilir menghasilkan laba lebih kurang Rp.1,6 milyar, Berlanjut di priode sekarang ini sudah berjalan hampir 2 Tahun priode 2021 – 2022 laba usaha kita lebih kurang Rp.774 juta , jadi totalnya lebih kurang Rp. 2,4 milyar yang dihasilkan, ” Jelas Rahmat Hidayat.
cuma, Tambah Dia, secara akuntansi termasuk di undang – undang perseroan walaupun kami masih PD dan dalam proses transisi ke PT, Alhamdulillah perdanya sudah ada, tapi ada persyaratan baru boleh setor dividen itu ketika saldo labanya positif, ini juga menjadi penyebab karena dipriode awal ada mungkin kesalahan pencatatan transaksi keuangan, pada akhir nya pelan -pelan diperbaiki .
” Kami tidak menyalahkan priode yang lama, karena memang sistem akuntansi ini berubah dan dengan sistem sekarang ini kita perbaiki . Alhamdulillah pada tahun ini kita sudah dapat menormalkanya, dalam artian ketika saldo laba positif tentu kita sudah bisa stor deviden kepada pemerintah Daerah ,” Katanya.
Ia menjelaskan, khusus tahun 2022 laba usaha BUMD PD SPR itu lebih kurang Rp. 452 juta , karena ada koreksi di saldo laba kami dapat suport , Sejak awal memang sudah berproses . sejak awal priode pertama tahun 2016 -2020 berlanjut ke priode ke Dua Tahun 2021 – 2026, ada kebijakan di Indonesia dengan permen 37 tahun 2016, bahwa ada peluang saham di blok migas yang masuk dan BUMD PD sarana pembangunan Rokan Hilir masuk diwilayah kerjanya. Salah satunya adalah di blok siak , sebagai perwakilan itu adalah PT. Riau petroleum siak, BUMD PD sarana pembangunan Rokan Hilir punya saham 35,4 persen disana.
“Alhamdulillah dengan proses yang bergulir cukup panjang , perdebatan, negosiasi, dan lain lain , pada 24 desember Tahun 2022 kemaren kami hadir 3 orang, saya (Rahmad Hidayat), Zulfakar dan Fadri , kita mendapatkan shering dari saham tadi, saham blok siak itu sebesar Rp. 2,8 milyar dan itu tanpa perdebatan panjang , itu hitungan dari 1 Januari tahun 2017 sampai dengan nopember 2022 itu BUMD PD SPR mendapatkan saham 35,4 persen, karena 50 persennya untuk provinsi melalui Riau petroleum, 14,6 persen untuk BUMD Kampar, “pungkasnya.
Jadi besaran saham kita Rp.2,8 milyar , insya Allah akan terus berlanjut sampai tahun 2033/2034 sepanjang kontrak pertamina energi hulu siak berlanjut selama 20 Tahun , sebenarnya hal ini sudah sejak Tahun 2013 kemaren tapi karena proses yang terjadi baru terhitung sejak permen 37 tahun 2016, dihitung 1 Januari 2017 sampai dengan tahun 2033/2034. Insya Allah kita akan dapatkan suport dari pihak ini dan kita akan bersiap untuk ekspansi Melakukan terobosan – terobosan, walaupun beberapa priode yang lalu itu sudah pernah dimulai tapi ada berbagai kendala, termasuk kendala keuangan , tapi dengan ada laba usaha kita Rp.456 juta ditambah ada suport dari PI, kita bisa menormalkan saldo laba kita yang negatif , sehingga tahun ini berdasarkan rekomendasi atau diskusi dengan BPK Riau, BUMD PD SPR akan stor deviden itu 55 persen dari saldo laba, saldo laba BUMD PD SPR lebih kurang Rp. 1,458 Milyar, jadi yang akan distor ke kasda lebih kurang Rp. 802 juta , insya Allah dalam sepekan ini kami akan stor ke kasda , perlu di ingat hasilnya bukan tahun ini saja ,” paparnya.
” Kemaren kita tidak bisa stor Deviden sekarang sudah bisa , memang repot menormalkan saldo laba itu, tapi itu sudah hukum akuntansi begitu, kita hanya menyesuaikan saja,” ujarnya.
Perlu kami sampaikan lagi, bahwa selama ini BUMD PD sarana pembangunan Rokan Hilir itu tidak rugi , mungkin ada stikma yang terbangun selama ini informasi yang keliru dan ini bisa dikoreksi kembali , jadi kalau kita hitung priode 2016 – 2022 laba yang dihasilkan lebih kurang Rp. 2,4 Milyar ditambah dengan shering profit dari saham PI sebesar Rp. 2,8 Milyar , Alhamdulillah kita bisa melakukan koreksi – koreksi dan bisa stor deviden Tahun ini .
Berikutnya, tentu dengan adanya perkembangan – perkembangan ini, bisnis BUMD PD SPR itu adalah SPBU, memang dahulu pernah ada kapal kepulau jemur, karena penumpang tidak signitipan Kita hentikan, mungkin perlu terobosan kembali dan ada berbagai rencana tapi belum juga bisa diterapkan,” tutup Rahmad Hidayat.
Hadir pada coffee morning tersebut, Direktur utama BUMD PD Sarana pembangunan Rohil Rahmad Hidayat, Direktur keuangan Zulfakar dan puluhan wartawan, sedangkan Direktur pengembangan BUMD PD Sarana pembangunan Rohil Muhammad syah Fadri tidak dapat hadir karena berhalangan. (Hen).









