CFN Tak Lagi Jadi Wadah Pedagang, Komitmen Wako Dumai Dipertanyakan

DUMAI – Event Car Free Night (CFN) yang diluncurkan oleh Walikota Dumai kini tak lagi menjadi wadah bagi pedagang UMKM, Jumat (18/9).

Hal tersebut diketahui dari pemberitahuan di Grup Whatsapp pedagang CFN yang dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Dumai.

Pada awal pesan pemberitahuan tersebut, tertulis “Menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Car Free Night (CFN) Kota Dumai, disampaikan bahwa tanggal 19 September 2026 CFN Kota Dumai berada di Taman Bukit Gelanggang (TBG)”.

Tak hanya itu, dalam pemberitahuan itu juga disampaikan bahwa akan ada pihak ketiga yang akan mengelola pedagang di TBG.

“Terhadap penyusunan lapak didalam TBG akan dilakukan pada pukul 16.00 Wib.
Sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak ke~3 (EO), akan disediakan tenant permanen sebanyak 102 lapak,” lanjutan dalam pesan pemberitahuan tersebut.

Selain itu, tenan sebanyak 102 itu juga untuk disewakan kepada pedagang yang ingin berjualan setiap hari di wilayah tersebut.

Bagi yang non tenan, diberlakukan waktu berjualan yang tidak permanen selama 3 malam/Minggu (Pukul 16.00 – 23.00 Wib).

Untuk posisi 102 tenan serta non tenan, tidak tertulis dalam pemberitahuan tersebut, termasuk harga sewa tenan.

Komitmen Wako Dumai Dipertanyakan

Komitmen Walikota (Wako) Dumai dalam mewadahi pedagang UMKM kini dipertanyakan.

Sejatinya, awal peluncuran event CFN tersebut salah satunya bertujuan meningkatkan ekonomi bagi pedagang UMKM.

Juga penyediaan lapak saat CFN diberikan secara gratis hingga penggunaan listrik.

Namun, salah seorang pedagang yang tak ingin namanya disebutkan mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut.

“Yang diharapkan pedagang, ya event CFN di tepian jalan Soebrantas itu, kenapa alih-alih malah masuk ke TBG?,” tanyanya.

Dikatakannya, lokasi yang berbayar di dalam TBG itu sepertinya akan menambah masalah baru.

“Yang didepan (seberang Ramayana, red) aja sepi di hari biasa, apalah lagi di dalam TBG, jangan berikan harapan kosong ke pedagang,” pintanya.

Dirinya juga tidak mempermasalahkan biaya sewa tenan, ia hanya berharap event 1 kali seminggu itu unik.

“Kalau tiap hari, sudah tidak unik,” katanya.

Selain itu, ciri khas CFN di Dumai, lanjutnya, adalah pedagang yang merias jalanan Soebrantas.

“Jangan hilangkan ciri khas CFN-nya,” pintanya.

Dirinya berharap Walikota Dumai kembali mempertimbangkan kebijakan baru tersebut dan berharap bisa kembali seperti semula.

“Kita berharap Wako Paisal dapat mengembalikan kebijakan seperti sebelumnya, jika pemko merasa berat dengan listrik, kami pedagang sanggup iuran untuk itu,” pintanya. (red)

Untuk diketahui, begini pesan lengkap yang disampaikan melalui Grup Whatsapp pedagang CFN:

Assalamualaikum Bapak/Ibu..

Menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Car Free Night (CFN) Kota Dumai, disampaikan bahwa tanggal 19 September 2026 CFN Kota Dumai berada di Taman Bukit Gelanggang (TBG).

Terhadap penyusunan lapak didalam TBG akan dilakukan pada pukul 16.00 Wib.
Sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak ke~3 (EO), akan disediakan tenant permanen sebanyak 102 lapak.

Sampai saat ini CFN yang sudah mendaftar 78 pelaku usaha, sisa tenant permanen 24 lapak.

Tenant tersebut berbayar melalui pihak ke~3 (EO).

Ketentuan mendapatkan tenant tersebut :
1. Pelaku usaha yang sudah terdaftar di CFN 1,2 dan 3 dan hanya boleh mendaftar 1 tenant.

2. Selanjutnya diberitahukan bahwa terdapat juga tenda non permanent dengan diberlakukan waktu berjualan yang tidak permanen selama 3 malam/Minggu (Pukul 16.00 – 23.00 Wib).

3. Pedagang yang permanen diperbolehkan berjualan setiap malamnya.

4. Untuk sementara waktu pelaku usaha membawa tenda masing” menjelang tenda permanen disiapkan.

5. Apabila ada pelaku usaha CFN yang tidak berkenan pada lapak yg disediakan maka akan kami beri pada pelaku usaha lain yang membutuhkan.

Demikian informasi ini disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.