Rupat, Tribunriau – Siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 2 di Rupat, Bengkalis yang berusia 9 tahun diduga alami pelecehan seksual oleh tetangganya NZ (23), Jumat (2/6).
Kepada media ini, ayah dan ibu korban di kediamannya di Dusun Teluk Kumbang RT 12 RW 06 Desa Sukarjo Mesim kecamatan Rupat kabupaten Bengkalis menceritakan apa yang dialami putrinya tersebut, Jumat (2/6).
Diceritakannya, anaknya dicekik hingga tak berdaya dan tak sadarkan diri. Sementara itu, korban sebut saja Bunga juga membenarkan hal tersebut.
“Saya sedang bermain di halaman depan rumah, tiba-tiba bang NZ mengajak saya ke rumahnya,” kata Bunga sambil menunjukkan tangannya ke rumah pelaku yang berhadapan berjarak lebih kurang 40 meter itu.
Dilanjutkan Bunga, dia diajak masuk ke kamar depan lalu NZ mengatakan padanya
“Kau jangan cakap cakap siapa ya!, Jangan menjerit ya!”.
Mendengar itu, bunga melangkah untuk keluar dari kamar tersebut dengan niat lari dari pada menunggu pembicaraan bahwa NZ bercerita kehilangan HP-nya.
“Tapi saya takut aja gitu,” kata Bunga.
“Bang NZ mencekik leher saya, tapi saya tidak tahu apa yang terjadi seperti ini,” tambah Bunga.
Setelah sekian lama tidak sadarkan diri, Bunga akhirnya sadar dan merasa sakit di bagian intim.
Setelah ia hendak keluar kamar, NZ mengancamnya agar tidak bercerita ke Ibunya terkait perlakuannya itu.
“Jangan cakap-cakap kepada emak kau, ke siapa pun”, kalau kau abang gituin, cakap aja jatuh ya!!,” ujar Bunga menirukan ancaman NZ.
Ketika korban sampai ke rumah, kedua orang tua terkejut melihat Bunga yang sempoyongan lalu pingsan.
Sementara itu, Kapolsek Rupat Siswoyo S.H membenarkan adanya laporan dari kedua orang tua korban pada hari Jumat (2/6) lalu.
Senada dengan yang disampaikan kedua orang tua korban, Kapolsek pun menjelaskan hal yang sama.
Kini, Polsek Rupat tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Penangkapan Tersangka
Usai menerima laporan, Kapolsek Rupat Iptu Siswoyo, SH perintahkan kanit reskrim untuk melakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku.
Selanjutnya tim opsnal unit reskrim Polsek Rupat melakukan serangkaian penyelidikan terhadap keberadaan pelaku yang sudah melarikan diri dari pulau Rupat.
Kemudian pada hari Senin tanggal 12 Juni 2023 sekira pukul 09.00 Wib, diperoleh informasi tentang keberadaan pelaku yang sedang berada di Desa Mengkikip Kecamatan Tebing Tinggi Barat kabupaten Meranti, Riau.
Selanjutnya tim opsnal Polsek Rupat yang dipimpin langsung Kapolsek Rupat dengan diback up opsnal sat reskrim Polres Bengkalis berangkat menuju lokasi tersebut.
Sesampainya di lokasi, bersama tim opsnal sat reskrim Polres Kepulauan Meranti, dilakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku.
Sekitar pukul 23.00 wib diperoleh informasi, bahwa pelaku sedang berada di rumah salah satu warga.
Selanjutnya tim bergerak ke rumah tersebut dan melakukan penangkapan terhadap pelaku yang mengakui identitasnya yang beralamat di Desa Mesim Kecamatan Rupat.
Usai dilakukan interogasi, pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan secara kekerasan kepada korban pada hari jumat tanggal 02 Juni 2023 sekira pukul 11.00 WIB.
Pelaku juga mengaku setelah melakukan persetubuhan tersebut, lebih kurang satu minggu melarikan diri ke Desa Mengkikip Kecamatan Tebing Tinggi Barat kab Meranti.
Selanjutnya tersangka dibawa ke Polsek Rupat untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Z









