Sidang Dugaan Penggelapan Dana YPW, Rajadi Tolak Dakwaan JPU

5
BERBAGI
Rajadi alias Awi Tongseng pemilik toko emas terbesar di Bagansiapiapi, saat menjalani sidang pertama pembacaan dakwaan kasus dugaan penggelapan dana Yayasan perguruan Wahidin

BAGANSIAPIAPI,Tribun Riau- Rajadi alias Awi Tongseng pemilik toko emas terbesar di Bagansiapiapi, Thong Seng, menjalani sidang pertama pembacaan dakwaan kasus dugaan penggelapan dana Yayasan perguruan Wahidin (YPW), Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau di Pengadilan Negeri Ujung Tanjung pada hari Senin (14/5/2018).

Sidang yang berlangsung agak molor ini berakhir pukul 19.00 Wib, diketuai Hakim Hanafi,SH dan hakim anggota Lukmanul Hakim, SH,MH dan Rina Yose, SH.Â

Dalam sidang itu, Awi yang berpostur kecil menggunakan baju kemeja putih bermotif batik, tampak tenang di hadapan majlis hakim duduk di kursi pesakitan. Dalam sidang itu, dia didampingi 4 orang pengacara berasal dari Jakarta.

Dalam bacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maruli Sitanggang, SH menyebutkan, yayasan perguruan Wahidin dari tingkat TK sampai SMA, didirikan tahun 1963. Terdakwa Awi saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua 1.

Sejak didirikan, Yayasan mengumpulkan dana untuk operasional sekolah berasal dari SPP siswa dan juga berasal dari donatur yayasan. Dari anggaran tersebut, ada sebagian dana digunakan untuk pembangunan fisik yayasan.

Selama menjabat sebagai Wakil Ketua 1, menurut keterangan Maruli, terdakwa telah mengeluarkan dana sebesar Rp 623 juta lebih yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan hasil audit dari auditor independen, dana yang digunakan tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Terdakwa juga menerima uang dari donatur sebesar Rp 150 juta,” kata Maruli.

Penggunaan dana tersebut, sambung Maruli, tidak diketahui pengurus dan pembina yayasan. Akibatnya, setelah melalui pemeriksaan kas, yayasan merugi mencapai Rp 700 juta lebih.

“Perbuatan terdakwa bisa diancam dengan pasal 372 dan 374 KUH Pidana dan nomor 70 pasal 1 ayat 2 Undang Undang tentang Yayasan,” sebutnya.

Selama pembacaan dakwaan, Rajadi hanya diam dan sekali kali memandang pengacaranya. Setelah bacaan selesai, majlis hakim meminta kuasa hukum terdakwa apakah mengajukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan JPU atau tidak.

Ketua tim penasehat hukum terdakwa Rajadi Alias Awi Tongseng Afdal Muhamad SH saat dikonfirmasi usai sidang pembacaan dakwaan mengatakan, kliennya, Awi Tongseng secara lisan menolak dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU), “Karena agak rancu. Kami belum menerima salinan berkas turunan dari perkara ini yang sangat kami perlukan untuk membuat eksepsi, dan kami minta waktu 1 Minggu keberatan atau eksepsi kami,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan akan mempelajari dan meminta salinan turunan berkas perkara dari JPU. Menimbang permintaan dari para pengacara, Hakim menunda sidang minggu depan. (to)