Pendidikan Sekolah Dasar di Bengkalis Dipaksa Beli Buku ‘Siluman’

Sekolah Dasar di Bengkalis Dipaksa Beli Buku ‘Siluman’

2
BERBAGI

BENGKALIS, Tribunriau- Ada-ada saja ulah orang untuk meraup keuntungan, termasuk memanfaatkan situasi dengan melakukan penjualan buku ‘siluman’ ke sekolah-sekolah dasar di kabupaten Bengkalis. Bahkan berbagai dalih dilakukan sang oknum penjual sehingga sekolah harus membeli buku itu meski tidak memiliki anggaran.

Seperti buku dengan judul “Stop Kekerasan Kepada Anak” diindikasikan dijual paksa kepada kepala sekolah dasar (SD) di hampir seluruh kabupaten Bengkalis dengan harga Rp500 ribu per buku.

Sejumlah kepala sekolahpun mengeluhkan penjualan yang terkesan pemaksaan secara halus tersebut, dan salah satu oknum kepala sekolah mengaku membeli buku karena disuruh kepala UPTD di kecamatan, dan UPTD mendapat perintah dari Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Bengkalis.

Adapun distributor penjualan buku siluman tersebut adalah CV.Usaha Makmur yang beralamat di Balai Pungut kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Hal itu tertera di kwitansi penjualan atas nama direktur perusahaan tersebut yaitu Drs.Masriadi. Selain itu dalam pembelian buku seolah-olah sekolah memesan terlebih dahulu dan dijawab oleh pihak perusahaan.

Dari informasi yang didapat, sejumlah kepala sekolah SD mengeluhkan pembelian buku yang notabene bukan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, dan pembayaran terpaksa dilakukan menggunanan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebenarnya sudah jelas peruntukannya, bukan untuk pembelian buku yang tidak sesuai RKA di sekolah-sekolah.

Menanggapi hal tersebut pemerhati masalah pembangunan dan hukum, Abdul Rahman S dari BAK-LIPUN Bengkalis menilai bahwa penjualan buku dengan dugaan adanya unsur pemaksaan secara halus jelas tidak dibolehkan. Dinas Pendidikan Bengkalis diminta untuk menyikapi hal tersebut, karena bisa berdampak negatif terhadap dunia pendidikan di Negeri Junjungan.

“Hal-hal seperti ini seharusnya kalau memang ada tidak boleh terjadi. Apalagi informasinya Disdik kabupaten Bengkalis yang memerintahkan hal tersebut, tentu ini adalah preseden buruk dan harus dihentikan,” tegas Abdul Rahman, Rabu (26/04/2017).

Sementara itu Plt Kadisdik Bengkalis melalui Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Suwanto ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu sama sekali adanya dugaan penjualan buku seperti itu ke sekolah-sekolah dasar. Ketika dikonfirmasi, Suwanto meminta nama perusahaan supaya dilakukan cek ke sekolah-sekolah.

“Saya tidak tahu sama sekali adanya dugaan penjualan buku-buku dengan judul tersebut ke sekolah dasar. Nantilah saya cari tahu kebenarannya, dan tentu harus ada pembuktian dahulu kalau memang dugaan itu betul adanya,” ucap Suwanto singkat. (fri)