Seekor Harimau di Merangin Jambi Masuk Perangkap, Diamankan BKSDA

Merangin

Seekor harimau dewasa berhasil diamankan setelah masuk dalam perangkap yang dipasang tim gabungan Polisi dan BKSDA Jambi. Harimau dengan panjang 2 meter itu terperangkap dalam kondisi hidup tanpa terluka.

“Iya, ada seekor harimau yang sudah diamankan karena masuk dalam perangkap yang kita buat. Harimau itu panjang sekitar 2 meter,” kata Kapolsek Sungai Manau, Iptu Mulyono saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Harimau itu berhasil masuk dalam perangkap petugas pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00WIB. Nantinya harimau itu akan dibawa pihak BKSDA Jambi untuk di observasi.

Meski sudah ada seekor harimau yang berhasil diamankan. Namun Mulyono belum bisa memastikan apakah harimau yang masuk perangkap itu adalah harimau pemangsa 2 warga Merangin Jambi.

“Ini yang belum dapat kita pastikan, apakah ini adalah harimau yang menerkam warga di Desa Guguk, dam warga di Desa Baru Air Batu karena mesti kita cek lagi,” ujar Mulyono.

Tim gabungan saat ini masih memasang perangkap di beberapa lokasi yang menjadi lintasan harimau di sana. Mulyono meminta warga sekitar untuk tetap waspada.

“Kita mengimbau warga kita di beberapa desa di Merangin Jambi untuk berhati-hati dan terus waspada sampai kita dapat memastikan apakah ini harimau yang menerkam warga kemarin,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang pemuda di Desa Baru Air Batu, Kecamatan Renah Pembarab, Kabupaten Merangin Jambi tewas setelah dimangsa harimau. Pemuda berusia 19 tahun bernama Abu Bakar itu tewas setelah tubuhnya terluka parah akibat gigitan dan cakaran.

Insiden ini terjadi pada Rabu (13/10). Harimau yang diduga berukuran besar itu menerkam korban saat korban mencari sinyal handphone di perbukitan.

Selain itu, seorang warga bernama Sidin (33) tewas setelah diserang oleh seekor harimau besar. Warga itu tewas setelah alami luka gigitan, cabikan dan kondisi leher patah.

Kejadian itu pada Sabtu (25/6) malam, tepatnya pukul 22.00 WIB ketika korban sedang beristirahat habis mendulang emas di sekitar hutan adat.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews