Lingkungan Saluran Sekunder Tersumbat, Pematang Reba Dilanda Banjir

Saluran Sekunder Tersumbat, Pematang Reba Dilanda Banjir

6
BERBAGI

Rengat, TribunRiau – Pembangunan jalan dan gedung di Pematang Reba, Rengat menyebabkan tersumbatnya saluran sekunder yang akhirnya membuat ratusan rumah warga terendam banjir, Rabu (10/5/2017).

Hujan yang turun lebih kurang 2 jam seharusnya tidak menyebabkan banjir yang merendam ratusan rumah warga, beberapa diantaranya terdapat kantor pemerintahan seperti Dinas Sosial, Kantor Camat Rengat Barat dan kantor Lurah Pematang Reba.

Salah seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Tribun Riau, penyumbatan saluran sekunder yang membentang dari Pematang Reba, Rengat selama ini sepertinya kurang perhatian oleh Pemkab Inhu melalui Bappeda Inhu maupun oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Inhu. Penyumbatan saluran sekunder akibat pembangunan oleh oknum di kiri kanan jalan yang dialiri air melalui saluran sekunder yang dibangun oleh Pemkab Inhu selama ini. Akibatnya saluran sekunder tertimbun tanah oleh oknum tersebut.

Anehnya, lanjut sumber tersebut, normalisasi saluran sekunder malah dilakukan di pelosok, jauh dari pantauan umum, sementara di depan mata seperti di Pematang Reba kurang mendapat perhatian. “Normalisasi saluran sekunder di pelosok adalah jatah anggota dewan dengan alasan proyek aspirasi yang dipelesetkan menjadi proyek Poker (Pokok-pokok pikiran dewan),” bebernya.

Ia meminta kepada Bupati Inhu, Yopi Arianto supaya mengganti Kepala Bappeda Inhu, Drs. Junaidi Rahmat dan Kabid SDA Dinas PUPR, Darlisman, S.Sos dengan pejabat tekhnis sesuai dengan disiplin ilmunya agar menguasai bidang tugasnya dan tanggungjawabnya masing-masing. “Diharapkan segera diganti kedua orang pejabat tersebut sesuai dengan disiplin ilmunya agar ke depan pembangunan sesuai dengan rencana Bupati Inhu, Yopi Arianto,” harapnya.

Sementara itu, Plt Sekda Inhu, Hendrizal saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya belum dapat dihubungi.

Penulis : HARMAEIN – Inhu