Rangkaian Haji Selesai, Ini Jadwal Pulang Jamaah Haji dari Rohul

ROKAN HULU,Tribun Riau- Sebanyak 398 Jemaah‎ Haji asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, termasuk 2 Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) sudah selesai melaksanakan seluruh rangkaian rukun haji di tanah suci, termasuk thawaf ifadoh dan sa’i.

Kemudian, 2 ‎jemaah haji Rohul lainnya yang belum bisa melaksanakan tawaf ifadhah dan sai, yakni jemaah atasnama Yeni Fanisah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan seorang jemaah perempuan lagi sedang berhalangan.

Dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rohul Drs. H. Syahrudin M.Sy, jumlah jemaah haji asal Rohul yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 Batam (BTH) ada 400 orang termasuk 2 TPHD.

Katanya lagi, sesuai jadwal, ke 400 jemaah haji asal Rohul sudah tiba kembali ke tanah air, melalui Debarkasi Batam Minggu, 16 September 2018 mendatang.

“Para jemaah haji Rohul nantinya akan menginap semalam di Asrama Haji Batam, kemudian pada Senin 17 September 2018 pagi diterbangkan gunakan pesawat Lion Air ke Pekanbaru, dan selanjutkan ke Rohul,” ungkap Syahrudin Jumat (31/8/2018) kemarin.

Dijelaskan Syahrudin, terkait pemulangan ke 400 jemaah haji dari Pekanbaru ke Rohul‎ akan tetap menggunakan bus carteran, seperti saat pemberangkatan dari Masjid Agung Islamic Center Rohul ke Pekanbaru.

Jelasnya lagi, seperti tahun sebelumnya, untuk jemaah haji yang daerahnya dekat jalan lintas, maka mereka akan diturunkan di kecamatan masing-masing, seperti jemaah haji asal Kabun, Tandun, Ujung Batu, dan Rambah Samo.

Kemudian, bagi jemaah haji yang jauh dari jalan lintas menunggu rapat panitia haji, seperti jemaah haji Tambusai Utara, Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, dan Kunto Darussalam.

“Sejauh ini, belum ada rapat dari panitia haji daerah. Rapat baru dilaksanakan menjelang pemulangan jemaah haji nantinya,” jelasnya. .

Menurut Kakan Kemenag Syahrudin, saat ini ke 400 jemaah haji Rohul masih berada di Mekkah. Sepekan ke depan, para jemaah haji yang tergabung di Kloter 18 BTH selanjutnya akan bergerak ke Madinah,‎ sebelum dipulangkan ke tanah air.

Syahrudin juga mengimbau ke seluruh jemaah haji Rohul, untuk tidak perlu lagi membawa zam-zam, bahkan sampai memasukkannya ke dalam koper besar atau koper kecil, karena hal itu akan menyulitkan saat proses pemeriksaan di bandara nanti.

Diingatkan Kakan Kemenag ke seluruh jemaah haji Rohul, maksimal barang bawaan di koper besar dibatasi yakni maksimal 32 kilogram (kg), sedangkan koper kecil bawaan hanya bisa menampung barang untuk 7 kg.‎

“Karena nantinya, saat di bandara dibongkar petugas. Sehinhgga akan lama prosesnya. Di Batam setiap jemaah haji akan mendapatkan jatah masing-masing 5 liter air zam-zam, tidak perlu membawa dari sana dan dimasukkan ke dalam koper,” pesan Syahrudin. (mad)