Nasional Puncak Omicron Diprediksi Februari, Komisi IX Ingatkan SDM Nakes-Faskes

Puncak Omicron Diprediksi Februari, Komisi IX Ingatkan SDM Nakes-Faskes

BERBAGI

Jakarta

Pemerintah memprediksi puncak gelombang kasus Omicron akan terjadi pada Februari. Pimpinan Komisi IX menilai kampanye hidup sehat dan peningkatan imunitas perlu dilakukan.

“Kampanye dan perilaku hidup sehat untuk jaga dan tingkatkan imunitas perlu jadi gerakan nasional,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena, kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

“Karena dampak Omicron 99% lebih menurut Kemenkes ringan dan tanpa gejala,” sambungnya.

Selain itu, menurutnya disiplin protokol kesehatan (prokes) juga perlu diperkuat. Dia juga meminta pemerintah mempercepat vaksinasi, baik tahap awal maupun vaksin booster.

“Perkuat dan disiplin prokes juga vaksinasi 1 dan 2 diselesaikan dan vaksin booster berjalan sesuai arahan Presiden Jokowi,” kata politikus Golkar ini.

Nakes-Faskes Dipersiapkan

Pemerintah juga disebut perlu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes). Hingga penguatan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan (faskes).

“SDM nakes penanganan COVID, obat, alkes (alat kesehatan) sarana prasarana di fasilitas kesehatan perlu diperkuat,” imbuhnya.

Puncak Omicron di RI Diprediksi Terjadi Februari

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan prediksi puncak omicron itu berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, di mana varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari.

“Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari,” kata Luhut seperti dilansir Antara.

Meski begitu, lanjut Luhut, sebagian besar kasus yang terjadi berpotensi bergejala ringan. Sehingga pemerintah menyiapkan strategi yang berbeda dengan penanganan varian Delta.

Dia juga menuturkan saat ini Omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia. Di Indonesia, menurutnya bukan tidak mungkin mengalami hal serupa. Namun Luhut meminta masyarakat tidak perlu panik.

“Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada. Karena pengalaman kita menghadapi Delta varian kemarin,” ujarnya.

(dwia/jbr)

Sumber: DetikNews