Semesta Riau PT BKL Dilaporkan ke Disnakertrans Bengkalis

PT BKL Dilaporkan ke Disnakertrans Bengkalis

7
BERBAGI

BENGKALIS, Tribunriau – Membayar gaji dibawah upah minimum kabupaten (UMK) Bengkalis, PT Berkat Karya Laris (BKL) yang bergerak dibidang costumer goods, diadukan pekerjanya ke UPTD Disnakertrans Bengkalis. PT BKL juga tidak mengikutsertakan 7 pekerjanya yang berstatus kontrak ke BPJS Ketenagakerjaan.

Ketujuh pekerja itu diantaranya driver (supir), pergudangan dan helper. “Kita mengadukan soal UMK, kemudian keselamatan kami bekerja, BPJS Ketenagakerjaan yang tidak kami miliki. Kami minta Disnakertrans mengambil langkah terkait nasib kami sebagai pekerja di PT Berkat Karya Laris,” ujar Abdul Azis mewakili salah seorang pekerja, Sabtu (11/11), dilansir GoRiau.com

Azis dan rekan-rekannya berharap pihak Disnakertrans Bengkalis bisa menindaklanjuti laporan yang telah mereka sampaikan pada Kamis (9/11) lalu. Apalagi sampai hari ini status kontrak kerja di PT BKL hanya berbentuk rekrutmen dan menerima gaji kisaran Rp 1.300.000 – Rp 1.500.000 per bulan.

“Gaji memang setiap bulan diterima antara Rp1.300.000 sampai Rp 1.500.000. Jika mengacu pada UMK Bengkalis 2017, jelas masih di bawah UMK. Kami juga tidak diikutsertakan BPSJ Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Kepala UPTD Disnakertran Bengkalis, Rohani mengatakan, pihaknya masih mempelajari pengaduan tersebut. Pihaknya telah memanggil manajemen PT BKL yang langsung dihadiri pimpinan perusahaan, Herman Widjaja.

“Kita sudah memanggil dan pertemukan manajemen atau pimpinan perusahaan dengan pekerja. Namun kita belum bisa putuskan kelanjutannya, karena masih dalam upaya mediasi,” jelas Rohani.

Sementara itu secara terpisah, manajemen PT BKL Herman Widjaja menjelaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke Disnakertrans. Menurutnya, para pekerja yang mengadukan itu statusnya merupakan pekerja kontrak, ada yang kontrak kerja 1 tahun, 8 bulan dan 3 bulan.

Lanjut Herman, sudah disampaikan ke Disnakertran, bahkan manajemen siap memberikan data kontrak kerjanya ke Disnakertran. Pengaduan mereka soal gaji tak sesuai UMK, harusnya dibicarakan secara baik-baik bahkan mereka sudah tidak masuk kerja.

“Karena selama ini di luar dari karyawan kontrak, PT BKL juga memiliki karyawan tetap, semua gaji karyawan tetap sudah standar UMK, bahkan sudah memiliki BPJS Ketenagkerjaan dan ada gajinya yang mencapai Rp 4 jutaan,” ungkapnya.

“Pekerja bagi saya adalah aset yang berharga. Tapi harus ikut aturan, jangan bekerja sesuka hati, apalagi sudah tidak masuk kerja sejak masalah ini,” tambah Herman.

Disinggung soal upaya mediasi, Herman Widjaja mengaku sudah dilakukan oleh UPTD Disnakertrans. Bahkan Disnakertrans juga minta data kontrak kerja mereka dan pihaknya siap memberikan.(GR/Tn)