Rupat, Tribunriau – Pj Kepala Desa (Kades) Darul Aman, Nurazmi bersama staff UPT Kecamatan Rupat, Bengkalis tinjau jembatan putus di Dusun Pangkalan Durian, Sabtu (9/9).
Peninjauan jembatan putus ini merupakan agenda pertama Nurazmi menjabat sebagai Pj Kades di Desa Darul Aman.
“Intinya pada hari pertama ini saya lebih bersilahturahmi dan membaur dengan masyarakat desa Darul aman untuk lebih mempererat hubungan interaksi sosial dengan masyarakat,” ujar Nurazmi.
Terkait masalah jembatan yang putus, lanjut Nurazmi, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Masalah jembatan putus, juga jalan yang rusak, saya sebagai PJ desa Darul Aman, akan berkoordinasi dengan dinas terkait di kecamatan Rupat, agar kendala yang dirasakan masyarakat dapat segera ditindak lanjuti,” jelas PJ kades Nurazmi.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang UPT Workshop dan alat berat kecamatan Rupat, Hendri mengatakan jembatan yang putus itu merupakan jembatan penghubung antara dua dusun.
“Kita usahakan di tahun 2024 nanti bisa keluar permintaan kita, kalau bisa jembatan dan jalan yang kita prioritaskan dengan perkiraan 12×6 meter,” ujarnya.
Dinas staff UPT bersama Pj Darul aman melakukan tinjauan tersebut karena jembatan tersebut merupakan pital sebagai penghubung dua dusun yakni dusun pangkalan durian, dan dusun teluk tungku kecamatan rupat kabupaten bengkalis.
Terkait penyebab putusnya jembatan, lanjut Hendri, pihaknya kurang mengetahui pasti. “Dan yang kedua kita prioritaskan dulu untuk jembatan sungai Nifa namun kalau bisa kita usahakan untuk dua jembatan, dua jalan akan kita lanjutkan ke kabupaten,” jelasnya.
“Adapun jembatan yang akan kita bangun yaitu jembatan sungai Nifa dan jembatan sungai sair di Teluk tungku,” tambah Hendri.
Salah seorang kepala dusun, Akiong menjelaskan kepada media ini, ketika diminta keterangan apa penyebab jembatan putus, dia menjelaskan karena tiang-tiangnya sudah banyak yang lapuk.
“Tiangnya sudah banyak yang lapuk, ketika hujan dan air pasang besar masuk, sungai putus dan hanyut di bawa pasang,” ujar Akiong.
Dijelaskan Akiong, dulu, sudah pernah pihaknya meminta ke pemerintah supaya jembatan tersebut dibangun, karena satu-satunya jantung penghubung baik ke kantor desa Darul Aman, ataupun ke kantor Camat, bahkan ke Dumai harus melalui jembatan itu.
“Kami berharap kepada dinas terkait supaya secepatnya memperhatikan kondisi jembatan tersebut. Dan kami juga khususnya masyarakat berterimakasih kepada bapak Pj Nurazmi kades Darul Aman yang baru dilantik. Kami mengucapkan terimakasih kedatangannya meninjau langsung ke lapangan bersama staff UPT, mudah-mudahan pak kades dengan dinas UPT bisa menyampaikan keluhan masyarakat desa Darul Aman,” harapnya.
Hal serupa, seorang siswi sebut saja Marni mengatakan kepada media ini, agar secepatnya jembatan tersebut diperbaiki, karena jembatan itu akses untuknya ke sekolah.
“Jika jembatan ini tidak segera ditangani oleh pemerintah, kami bisa terlambat untuk mengikuti pelajaran sehari-harinya,” ungkap Marni.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Z










