Pendidikan Pertama di Rohul, SMAN 2 Ujung Batu Luncurkan Program Ujian Berbasis IT

Pertama di Rohul, SMAN 2 Ujung Batu Luncurkan Program Ujian Berbasis IT

17
BERBAGI
Kepala SMAN 2 Ujung Batu, Malhadi, Pengawas dan Pembina SMAN 2 Ujung Batu Azwir, buka selubung peluncuran Program Ujian Semester Berbasis IT
Kepala SMAN 2 Ujung Batu, Malhadi, Pengawas dan Pembina SMAN 2 Ujung Batu Azwir, buka selubung peluncuran Program Ujian Semester Berbasis IT

ROKAN HULU, Tribun Riau- Setelah sukses terima kepercayaan sebagai Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan, SMAN 2 Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali buat terobosan baru, berupa program ujian semester berbasis IT dengan menggunakan Android dan Komputer.

Program ujian berbasis IT tersebut, resmi diluncurkan pada hari pertama ujian semester tingkat SLTA, Senin (3/12/2018). Bahkan, kini SMAN 2 Ujung Batu, satu-satunya sekolah yang menerapkan teknologi canggih bahkan untuk di Provinsi Riau, juga belum banyak sekolah yang mengunakannya.

Dikatakan Kepala SMAN 2 Ujung Batu, Malhadi SPd MPd menyatakan, bahwa ide kreatif menciptakan program ujian berbasis IT berawal dari melihat perkembangan dan kemajuan teknologi masa kini yang sudah masuk ke segala penjuru, mulai dari intansi dan dunia pendidikan sudah berbasis online.

Kemudian, dirinya bermusyawarah dengan guru-guru di sekolah, lalu melihat kemampuan sekolah mencukupi, ditambah kemampuan teknisi cukup profesional, akhirnya dibuat sebuah aplikasi yang bisa meringankan kerja guru, juga memudahkan para siswa-siswi sekolah dalam melaksanakan ujian semester.

“Program ini memiliki beberapa keunggulan dibanding ujian tertulis, karena guru tidak lagi harus memeriksa satu-persatu kertas ujian. Disegi biaya, akan lebih meringankan dibanding ujian tertulis,” terang Malhadi.

Terobosan ujian berbasis IT tersebut kata Malhadi baru tahap awal, dan akan dikembangkan sesuai perkembangan teknologi yang ada.

“Kami berharap, setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah ini, maka siswa-siswi kami sudah bisa menggunakan teknologi sebenarnya, baik itu mau masuk ke dunia usaha maupun perguruan tinggi,” jelasnya.

Kedepannya, pihaknya siap jadi percontohan bagi sekolah-sekolah yang ingin menerapkan aplikasi yang sama. Malhadi mengakui, sudah cukup banyak sekolah yang tertarik ingin belajar, namun karena ini masih awal, mungkin kedepan ini akan dimulai menerima kunjungan sekolah baik dalam maupun luar Rohul.

Juga disampaikan Wakil Kepala Bidang Kurikulum Zul Amili SAg sebagai pengembangan program tersebut, tidak menutup kemungkinan sekolah itu juga akan menggunakan sistem Administrasi berbasis IT.

Zul yang juga sebagai Ketua Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan SMAN 2 Ujung Batu menambahkan, melalui Program ujian berbasis IT bisa mengukur tingkat kemampuan siswa/wi, serta berinteraksi dengan perkembangan sains dan teknologi.

“Sepanjang itu positif kita akan bimbing para pelajar,” kata Zul.

Kemudian dikatakan Junianto SPd MPd selaku Kepala Teknisi menyebutkan, teknis pelaksanaan ujian berbasis IT itu sama sekali tidak menggunakan jaringan internet, namun hanya memanfaatkan kabel atau wifi lokal, yang akan menghubungkan Android atau Komputer siswa ke server sekolah.

“Karena tidak menggunakan jaringan internet, maka para peserta ujian tidak bisa mengakses jawaban dari aplikasi Android atau pun komputer yang mereka gunakan,”ucap Junianto, dan ditambahkannya pada pelaksanaan ujian, jawaban dan soal dilakukan sistem acak.

Menurut Junianto, untuk ujian semester diikuti 500 lebih murid kelas X, XI dan XII, dan akan dilaksanakan selama 5 hari dengan 3 mata pelajaran per hari. Sedangkan, ruang lokal yang digunakan berjumlah 12. Setiap 2 lokal dipasang 1 server, jadi ada 6 server yang sudah terpasang.

“Ini lebih cepat dibanding jadwal dinas yang baru minggu depan selesai,” ungkap pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan.

Pengawas dan Pembina SMAN 2 Ujung Batu Azwir MMPd memberi apresiasi, atas peningkatan sarana dan prasarana sekolah semakin meningkat. Dirinya menyebut aplikasi itu sangat menguntungkan khususnya bagi siswa kelas XII tidak lagi canggung dalam melaksanakan UNBK tahun depan.

“Keuntungan bagi guru, adalah mengefektifkan kerja guru dalam mengkoreksi hasil ujian siswa,” paparnya. (mad)