Bengkalis (B.Solapan), Tribunruau – Pemerintah Desa Buluh Manis adakan kegiatan musyawarah desa Rembuk Stunting, dengan slogan melalui konvengensi pencegahan stunting kita wujudjan sumber daya manusia yang unggul, di Aula Kantor Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Kamis sore (27/10/22).
Musyawarah desa dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu, dihadiri oleh Kepala Desa Buluh Manis Legimun, Korcam Pendamping Desa M.Fatih, Wakil Ketua BPD Yuliana, Puskesmas Balai Makam Ilannur Fitria dan Vera H.Syafrul , Pustu Bidan Desvayeni dan Ulfa Shohilp, Bhabinkamtibmas Gusrizal, dan RT/RW, serta kader posyandu.
Mewakli Ketua BPD Buluh Manis, Wakil Ketua BPD Yuliana pada kata sambutannya dan membuka musyawarah desa tersebut, menghimbau kepada hadirin terutama kaum ibu, agar membawa dan memeriksakan anaknya yang berumur dibawah 5 tahun ke posyandu wilayah terdekat.Dimana setiap bulan diadakan oleh kader posyandu.
“Guna menghindari atau mengurangi stunting anak-anak, dan mewujudkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia maju.Semoga tidak ada kaus stunting di desa kita.Maka dari itu saya buka secara resmi musyawarah desa ini,” kata Yuliana.
Sementara Sambutan Kepala Desa Buluh Manis Legimun mengatakan, sering diingatkan kepada masyarakat bahwa kesehatan itu paling utama, karena tanpa kesehatan semuanya itu tidak berarti.Kades mengajak seluruh RT dan RW serta kader posyandu untuk menggalakkan pemeriksaan anak dibawah umur 5 tahun ke posyandu secara rutin, maksud dan tujuannya untuk merubah pola hidup terutama pada anak balita.
“Kami minta dari narasumber/pemateri dari UPT Puskesmas Balai Makam, untuk menjelaskan maksud dan tujuan rembuk stunting ini,” kata Legimun.
Kades juga menyinggung orangtua bila memiliki anak kalau sudah tahu berlari dan dibawa jalan kesana kemari, kurang memperhatikan asupan gizi pada anak tersebut.Sehingga bila terjadi anak sakit atau akut menjadi stuntig, orangtuanya kelabakan.
“Apalagi sekarang banyak dijual dipasaran jajanan mengandung zat-zat berbahaya yang bercampur kimia. Kebanyakan anak-anak bila dalam pertemuan atau rapat diberi minuman air yang manis, apakah rasa manis itu murni rasa gula atau sari gula.Untuk itu kepada RT/RW mari kita cermati masalah ini, disini bersama-sama kita menimba ilmu yang disampaikan narasumber,” ujar Legimun.
Kemudian, Bidan desa Desvayeni menjelaskan, bahwa stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan kurang asupan gizi pada anak dalam jangka waktu cukup lama, sehingga mempengaruhi pertumbuhan anak, terutama tinggi dan pendek anak tidak sesuai standar umurnya, masudnya tinggi rendah/pendek badan anak dan umurnya tidak seimbang.
Pemerintah memfokuskan untuk pencegahan stunting ini.Tujuannya, agar anak Indonesia dapat bertumbuh secara maksimal dan optimal, dengan kemampuan demosi serta siap belajar, berinovasi dan mampu berkompetisi pada tingkat global.
“Ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu; 1.Pola makan, 2.Imunisasi kekebalan tubuh pada penyakit berbahaya, 3.Sanitasi dan air bersih (membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, serta tidak membuang air dengan sembarangan),” ujarnya.(jlr).










