Pembangunan Pos Satlinmas Memakan Biaya Rp.18,3 Juta ?

0

Bengkalis, Tribunriau – Pembangunan Pos Satlinmas (satuan perlindungan masyarakat) Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, dengan ukuran 2X3m memakan biaya sebesar Rp.18.372.000 ?

Hal ini menjadi tanda tanya bagi wartawan Harian Reportase dan wartawan media ini ketika melihat papan pengumuman dan keadaan bangunan yang sedang dalam pengerjaan, pada bulan Desember 2019 lalu.

Dimana dana tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2019, sebagai Ketua TPK (tim pelaksana kerja)nya Waljamaliasan dan lama pengerjaannya selama 20 hari kalender, seperti tertulis di papan pengumuman.

Merasa kurang yakin, wartawan menelusuri ke Sekretaris Desa Jumi Arif dan Kepala Desa Rasikun, namun tidak ada ditempat, para pekerja pun tidak ada termasuk Ketua TPKnya.

Berhubung karena kesibukan, wartawan belum juga bisa menanyakan kepada orang yang berkompeten.Hingga bulan Februari 2020 beberapa kali dicoba mau menjumpai Ketua TPKnya yang juga selaku Kadus (Kepala Dusun) Belading tidak bisa juga ketemu.

Lalu, wartawan berjumpa dengan Sekdes Jumi Arif dan mengatakan, bahwa Waljamaliasan sedang berada di Bengkalis untuk mengikuti tes PNS.

“Mungkin seminggu pak Waljamaliasan di Bengkalis, nanti saja kalau dia sudah pulang bisa dikonfirmasi tentang pengerjaan pembangunan pos satlinmas itu.Atau nanti saya hubungi bapak kalau dia sudah pulang dari Bengkalis,” kata Jumi.

Akhirnya, wartawan menemui Kepala Desa Petani Rasikun diruang kerjanya, Jumat (06/03/2020) sekitar pukul 11:10 Wib, untuk menanyakan langsung.

Menurut Kepala Desa, bahwa pembangunan pos satlinmas itu sudah selesai dikerjakan dan sudah memenuhi standar.Dana Desa yang berjumlah Rp.18.372.000 itu habis terpakai.

“Itupun sudah ada penambahan pekerjaan melebihi bestek,” sebut Rasikun.

“Kalau ada yang kurang masalah pekerjaan itu, kan ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan juga inspektorat dari Bengkalis.Dan seandainya anggaran dana lebih, kami setor ke kas Pemkab Bengkalis.Saya tidak berani bermain di anggaran proyek, karena banyak yang menyorot,” sebut Rasikun.(jlr).