Jakarta –
Wali Kota Bogor Bima Arya setuju terkait penghentian sementara aktivitas Pelajaran Tatap Muka (PTM) dua sekolah yang terlibat kasus penusukan yang menewaskan seorang siswa SMAN 7 Kota Bogor. Wakil Ketua Komisi X Fraksi Demokrat Yusuf Macan Effendi alias Dede Yusuf satu suara.
“Saya setuju jika PTM sekolah yang terlibat tawuran itu distop sementara,” ujar Dede Yusuf kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021).
Dede Yusuf mengatakan, bila pihak sekolah belum dapat mendisiplinkan muridnya maka sebaiknya dilakukan pembelajaran daring. Sebab menurutnya PTM dilakukan untuk mengembalikan semangat belajar bukan tauran.
“Karena tawuran biasanya terjadi ketika ada teman-temannya. Jadi selama sekolah belum bisa juga mengatur atau mendisiplinkan murid-muridnya untuk tidak tawuran maka sebaiknya daring saja dulu. Kaerena tujuan PTM adalah mengembalikan semangat belajar bukan tawuran,” kata Dede Yusuf.
Dia mengatakan saat ini pendidikan karakter perlu kembali dikuatkan. Hal ini dilakukan agar siswa dapat menyalurkan energi ke arah positif.
“Pendidikan karakter harus dimulai lagi, seperti Pramuka digalakkan. Atau Olahraga bersama, karena energinya anak-anak muda itu harus disalurkan agar mereka tidak stress monoton kegiatan belajar saja dan akhirnya meledak hanya gara-gara sepele di jalanan,” tuturnya.
Sumber: DetikNews











