Panwascam se-Pekanbaru Dirikan Posko Warung Pengawas, Ini Harapannya

Peresmian Warung Pengawasan - Foto HalloRiau
Peresmian Warung Pengawasan - Foto HalloRiau

PEKANBARU,Tribun Riau – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Pekanbaru mendirikan Posko Warung Pengawasan, hal tersebut mendapat apresiasi dari Panwaslu Pekanbaru.

“Saya mengapresiasi kinerja sahabat Panwascam, PPL khususnya Muara Fajar Timur yang pertama kali mengekspose kegiatan ini,” kata Komisioner Panwaslu Kota Pekanbaru Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwalu Kota Pekanbaru Yasrif, Yakub Tambusai SH MH saat mengunjungi Warung Pengawasan Muara Fajar Timur dan Muara Fajar Barat, Sabtu (23/6/2018) malam.

Pada kunjungannya, Yasrif juga memberikan pengarahan kepada PPL serta PTPS Muara Fajar Timur dan Muara Fajar Barat. Dalam pengarahannya, Ia meminta hadir di setiap keramaian di lingkungan masyarakat.

“Untuk mengantisipasi kecurangan, kita harus hadir di tengah masyarakat. Ini bertujuan menimbulkan efek psikologis kepada paslon dan masyarakat pada masa tenang, agar tidak terlibat praktik politik uang,” jelasnya.

Warung Pengawasan ini dibuka di setiap kelurahan se-Kota Pekanbaru. Dengan spanduk 1×3 meter, bertulis Waroeng Pengawasan, Panwaslu Kota Pekanbaru ingin hak pilih masyarakat dalam pilkada Riau 27 Juni mendatang bisa terjaga.

“Posko ini sifatnya nomaden. Atau berpindah-pindah,” tambahnya.

Misalnya, posko bisa didirikan di tempat keramaian seperti warung kopi dengan membentangkan spanduk. Warung Pengawasan ini dikelola oleh Panwaslu Kelurahan bersama Pengawas TPS.

“Warung Pengawasan Panwaslu Kota Pekanbaru dibentuk di 83 kelurahan se-Kota Pekanbaru,” kata Yasrif.

Pembukaan warung pengawasan ini akan berlangsung selama empat hari. Jadwalnya pun ditentukan, mulai pukul 16.00 WIB sampai 05.00 WIBatau 2 shift.

“Pembukaan warung pengawasan sudah dimulai hari ini (23 Juni), hingga empat hari mendatang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Posko Warung Pengawasan ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa Panwas hadir di masa tenang guna mempersempit potensi kegiatan money politic.

Sumber: Halloriau