Ekonomi Oknum Pemilik Pangkalan di Duri ini Diduga Jual Harga Gas Diatas Harga...

Oknum Pemilik Pangkalan di Duri ini Diduga Jual Harga Gas Diatas Harga HET

15
BERBAGI
Sebuah Mobil pickup warna hitam sedang mengisi muatan langsung dari mobil Agen
Sebuah Mobil pickup warna hitam sedang mengisi muatan langsung dari mobil Agen

DURI, Tribun Riau – Dalam beberapa bulan ini, masyarakat Duri yang menggunakan gas 3 kg untuk memasak, sangat terganggu atas naiknya harga gas 3 kg tersebut. Harga berkisar Rp.23 000, Rp.25.000, dan Rp.28.000, terlebih lagi sulit untuk memperolehnya.

Dugaan ulah oknum pemilik pangkalan itu salah satunya di Jl.Rangau KM 5 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Pantauan media ini, pangkalan dengan nama Fredy yang dikelola pasangan suami istri (pasutri) Posma Nainggolan menjual gas 3 kg kepada masyarakat dengan harga Rp.23.000 dan Rp.25.000. Masyarakat dibatasi paling banyak hanya boleh beli 2 tabung dan harus pakai KK (Kartu Keluarga).

Sementara pembeli yang menggunakan mobil pick up dan sepeda motor dilengkapi keranjang tidak pakai KK, diperbolehkan pasutri pemilik pangakalan tersebut membeli dengan sebanyak-banyaknya sesuai muatan. Hal ini sangat menyakiti hati masyarakat yang melihatnya.

Anehnya lagi, bila sudah siap bongkar gas 3 kg tersebut, pangkalan tidak pernah dibuka. Dan hal ini terjadi 2 kali setahun yaitu, bila dekat bulan puasa dan dekat hari Natal dan tahun baru.

Dikatakan salahseorang warga berinisial WS, Selasa (08/10/18) kalau pemilik pangkalan tersebut sudah sangat keterlaluan, karena hanya memikirkan keuntungan mereka saja. Yang mana selama ini, sering dilihat anaknya ketika masuk kiriman gas dari Agen PT.Wahana Adidaya Prima setiap hari Selasa dan Jumat sore, mobil pickup dan sepeda motor mengisi muatan gas 3 kg di pangkalan yang dikelola pasutri tersebut.

“Harusnya pemerintah bertindak tegas, dan mencabut izin pangkalan itu. Padahal harga gas 3 kg dituliskan di plang hanya Rp.17.500,” ungkap WS.

Hal senada juga diungkapkan oleh br Htg, bahwa ia pernah kesal terhadap pasutri tersebut, karena melihat pengendara mobil pickup yang sedang mengisi muatan gas 3 kg.

Pangkalan Gas 3 kg mulai bulan September tutup walaupun siap bongkar dari PT Wahana Adidaya Prima
Pangkalan Gas 3 kg mulai bulan September tutup walaupun siap bongkar dari PT Wahana Adidaya Prima

“Sementara saya minta tolong untuk membawa satu tabung yang berisi gas untuk saya bawa ke rumah, kemudian saya janjikan akan saya bawa tabung yang kosong, berhubung saya pas lewat depan pangkalan, tetapi tidak diberikan, padahal rumah saya dekat. karena saya takut tidak kebagian, biasanya kalau sudah malam dan esoknya, pangkalan tidak buka, dan selalu alasan pasutri tersebut mengatakan gas habis,” ujar br Htg dengan nada sedih.

“Mudah-mudahan polisi menangkap mereka pas melakukan pengisian ke mobil pickup dan sepedamotor pakai keranjang.Biar dirasakan mereka dulu sakitnya penderitaan orang miskin ini,” kata br Htg didukung SS.

Sementara Ka.UPTD Perdagangan Kecamatan Mandau H.Sitinjak mengatakan, kalau kewenangannya masalah langkanya dan naiknya harga gas 3 kg tidak ada, langsung ditangani pihak Dinas Perdagangan Provinsi Riau.

“Itu wewenang Dinas provinsi, kami tidak ada wewenang lagi, dan kalau lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung ke Dinas Perdagangan Bengkalis.Tetapi dalam waktu dekat ini, akan turun Kabid ke Duri untuk langsung adakan pengecekan, nanti bisa ditanyakan langsung disitu,” kata Sitinjak, Rabu (10/10/18).(Jlr).