Tribun Riau- Mustofa Nahrawardaya menyinggung soal beredarnya video penganiayaan terhadap suporter Persija, Haringga Sirla yang terdapat didalamnya suara orang ‘berdzikir’ namun sudah dipastikan Hoax oleh pihak Kepolisian.
Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya @AkunTofa, Kamis (4/10/2018).
“Gimana, video pembunuhan pakai tahlilan kan udah resmi itu hoax. Anda @Dennysiregar7 mbok minta maaf, kayak Prabowo. Laki namanya,” tulisnya sembari meretweet akun @Dennysiregar7.
Sebelumnya, Aliansi Santri Indonesia telah melaporkan Denny Siregar terkait kicauannya di Twitter yang diduga telah melakukan penyebaran ujaran kebencian yang memprovokasi munculnya permusuhan.
“Kami Aliansi Santri Indonesia menganggap bahwa kicauan Denny Siregar tersebut telah menghina agama Islam. Dalam pernyataannya bahwa umat Islam sejak kecil dididik berlaku radikal, kejam, diajarkan berdzikir untuk menyiksa orang sampai mati dan berkesimpulan bahwa kalimat tauhid dipakai untuk membunuh seseorang,” ujar Sekjen Aliansi Santri Indonesia, Maulidan Isbar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunriau.com beberapa hari yang lalu.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Denny Siregar dengan sengaja telah menebar kebencian yang memprovokasi munculnya permusuhan, keonaran, keributan di kalangan masyarakat, khususnya Umat Islam.
“Pernyataan seperti itu yang akan memecah-belah bangsa, berpotensi mengancam keutuhan NKRI dimana semua elemen bangsa saat ini berusaha untuk terus memperkokoh persatuan dan kesatuan,” tambahnya.
Hingga kini, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan terkait sejauh mana perkembangan laporan yang dibuat Aliansi Santri Indonesia tersebut. (red)
https://twitter.com/AkunTofa/status/1047839511554584576












