Kegiatan Musrenbang dimulai pada pukul 10.20 WIB, dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bengkalis H. Misno Syakirin, Camat Mandau diwakili Sekretaris Camat Mandau Rio Sentosa, Kasi PMD, Para Kepala UPT/D, Lurah Babusalam Hazazi Akhbar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat Saido, tokoh agama, Ketua Forum Anak Supiati beserta beberapa murid SMA, RT, RW, dan segenap perangkat kelurahan.
Dikatakan Sekcam Mandau Rio Sentosa, memohon maaf Camat mandau tidak bisa hadir dikegiatan itu karena ada tugas yang lain, sehingga dirinya ditugaskan Camat untuk menghadiri dan sekaligus membuka secara resmi kegiatan musrenbang.Musrenbang merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan.Menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, sekaligus menentukan skala prioritas yang akan diperjuangkan melalui perencanaan pemerintah daerah.
Pembangunan membutuhkan tahapan, perencanaan dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran. Karena itu, tidak semua usulan masyarakat dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.
“Pembangunan merupakan sebuah proses yang tidak dapat dilakukan sekaligus. Dari berbagai usulan yang disampaikan masyarakat, tentu tidak semuanya dapat direalisasikan dalam waktu yang bersamaan,” kata Sekcam.
Diapun meminta masyarakat tetap konsisten menyampaikan kebutuhan, yang dinilai menjadi prioritas di lingkungan masing-masing.Walaupun belum terealisasinya sebuah usulan dalam satu tahun anggaran, bukan berarti aspirasi tersebut harus dihentikan.
“Jangan sampai karena belum terealisasi pada tahun ini, kemudian usulan tersebut tidak disampaikan lagi pada tahun berikutnya,” kata Sekcam.
Ia berharap masyarakat terus membangun komunikasi dengan pemerintah, baik tingkat kelurahan maupun kecamatan.Tidak seluruh persoalan harus menunggu Musrenbang untuk disampaikan, terutama persoalan yang dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Sejumlah persoalan lingkungan seperti lampu penerangan jalan yang mati, pohon yang mengganggu akses jalan hingga kondisi fasilitas umum, dapat disampaikan melalui mekanisme komunikasi pemerintahan agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Pemerintah tentu membutuhkan dukungan dari masyarakat. Kita tidak mungkin membangun tanpa adanya partisipasi masyarakat,” ujar Sekcam.
Kemudian dalam sambutanya, Lurah Babusalam Hazazi Akhbar mengingatkan, bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial saja, melainkan juga menjadi wadah untuk menyatukan aspirasi masyarakat, sekaligus menentukan arah pembangunan kelurahan.
“Musyawarah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah bagi kita bersama untuk menyampaikan kebutuhan, aspirasi serta harapan masyarakat,” kata Lurah.
Disampaikan Hazazi Akhbar, sebelum pelaksanaan Musrenbang, para Ketua RT dan RW bersama masyarakat telah melakukan penjaringan aspirasi selama kurang lebih dua minggu.
Penjaringan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat di masing-masing lingkungan. Hasilnya kemudian menjadi bahan pembahasan dalam Musrenbang, untuk menentukan kebutuhan yang dinilai paling mendesak dan layak diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan.
Pembangunan Kelurahan Babusalam tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, seperti jalan, fasilitas umum dan kebutuhan air. Perhatian terhadap anak-anak dan generasi muda juga dinilai penting dalam menentukan arah pembangunan.
“Kita ingin agar anak-anak dan remaja mendapatkan perhatian, pengawasan, serta ruang yang baik untuk berkembang. Karena mereka merupakan generasi penerus yang nantinya akan menentukan masadepan lingkungan dan daerah kita,” ujar Lurah.
Selanjutnya, selaku moderator Abdul Hamid membacakan 12 usulan prioritas, yang terdiri dari; 11 prioritas usulan pembangunan, yakni, peningkatan semenisasi jalan/gang, hotmix jalan, drainase, dan 1 prioritas usulan kebutuhan forum anak.
Pada kesempatan itu selaku Guru dan Ketua Forum Anak Supiati meminta diforum, agar difasilitasi tempat/wadah Forum Anak, dan ruang baca untuk anak.Diungkapkan Supiati, banyak anak-anak remaja yang kumpul-kumpul di suatu tempat yang mungkin melakukan kegiatan negatif.Dan ada juga didapati anak yang tidak sekolah lagi melakukan pekerjaan meminta-minta uang secara keliling.
Ditambahkan 2 murid perwakilan Forum Anak, mengusulkan bangunan pojok anak, gunanya untuk menampung anak remaja untuk kegiatan pisitif, seni budaya, dan bela negara, tujuanya dapat meningkatkan kreatifitas anak.
Dalam sesi dialog, Ketua RW 01 mengusulkan perbaikan saluran air dari RW 08 untuk mengatasi banjir yang sering dialami di wilayahnya, dan juga masalah lampu jalan.Begitu juga Ketua RW 06 mengusulkan perbaikan saluran air dari RW 08.
Rio Sentosa menjawab, bahwa Jl.Hangtuah sudah menjadi catatan masalah banjir, hanya persoalanya, mau gak masyarakat menghibahkan tanahnya.Mengenai lampu jalan itu tugas UPT Perhubungan.Kemudian, masalah ruang bacaan sulit dilaksanakan, karena minat baca anak yang kita amati selama ini paling 1 orang banding 1000 orang.”Mengenai pembangunan, sebenarnya Kelurahan Babussalam ini sudah menjadi bagian pembangunan dari kecamatan, kita lihat nanti apa ada anggaran dari kecamatan,” ujar Sekcam.
Diakhir dialog, UPTD Pendapatan Daerah Wan Anisma mengungkapkan, pelunasan PBB masyarakat Kelurahan Babussalam berkisar 39,5%, berarti masih ada 60,5% yang belum melunasi PBB.”Pak Sekcam, kami dari UPTD akan berupaya melakukan sosialisasi dan pelayanan langsung kepada masyarakat,” ucapnya.












