Nasional Merapi di Yogyakarta Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km

Merapi di Yogyakarta Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km

BERBAGI
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah

Yogyakarta – Gunung Merapi kembali erupsi pagi ini dan memuntahkan awan panas guguran. Arah luncuran awan panas menuju hulu Kali Krasak.

“Terjadi awanpanas guguran di Gunung Merapi tanggal 16 Januari 2021 pukul 04.00 WIB,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).

Arah erupsi yakni ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur mencapai 1,5 kilometer. Awan panas tercacat di seismogram dengan amplitudo maksimal 60 milimeter dan durasi 150 detik.

“Arah luncuran ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur sekitar 1,5 kilometer,” ungkapnya.

Angin saat kejadian erupsi bertiup ke timur. Visual Merapi saat kejadian tertutup kabut sebagian.

Hingga saat ini status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga (Level III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Oleh karena itu, BPPTKG memberikan rekomendasi agar penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III untuk dihentikan.

Kemudian, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Merapi. Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Sumber: Detik