Lingkungan Lumpur Lapindo Surut, Warga Masih Trauma

Lumpur Lapindo Surut, Warga Masih Trauma

699
BERBAGI
Salah seorang warga melihat lokasi yang telah tenggelam oleh Lumpur
Salah seorang warga melihat lokasi yang telah tenggelam oleh Lumpur

SIDOARJO, Tribunriau – Ketinggian air di tanggul penahan lumpur titik 67, Desa Gempol Sari, Tanggulangin, Sidoarjo, mulai berkurang. Dari pantauan wartawan di lokasi, ketinggian air saat ini sekitar 1,5 meter di bawah bibir tanggul.

Meski begitu warga desa tetap khawatir karena air sewaktu-waktu akan bertambah. Terlebih, warga memiliki trauma mengingat tanggul tersebut pernah ambles pada bulan Oktober 2018. Saat itu kedalaman 5 meter dan panjang sekitar 100 meter.

Tujuh RT di Desa Gempol Sari berada di bawah tanggul yang hanya berjarak sekitar 40 meter. Mereka yang berjumlah sekitar 500 KK atau sekitar 4 ribu jiwa itu masih diselimuti perasaan was-was takut tanggul jebol.

“Meskipun air di waduk 67 ini sudah surut, warga tetap resah. Karena saat ini puncaknya musim hujan, sewaktu-waktu air akan bertambah,” kata warga Desa Gempol Sari RT 11 RW 3, Sukardi (45) kepada detikcom di atas tanggul lumpur, Selasa (19/2/2019).

Sukardi mengatakan, keresahan warga tampak jelas setiap malam. Itu dibuktikan dengan banyaknya warga melakukan jaga malam.

“Setiap malam tidak kurang dari 8 hingga 10 orang yang jaga di pos. Apabila sewaktu-waktu ada kejadian warga langsung mengetahui,” tambah Sukardi.

Sukardi berharap pihak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) segera mengurangi volume air yang ada di waduk 67. Menurutnya saat ini memang sudah dilakukan, namun belum maksimal.

“Terutama saluran over flow itu harus dilakukan pengerukan. Kalau tidak ya seperti ada yang bocor mengalir ke sungai akibatnya bisa merugikan petambak ikan,” lanjut Sukardi.

Sementara warga lainnya, Yasik mengeluhkan kualitas air sumur yang semakin buruk. Menurutnya, waduk tersebut sangat merugikan karena air sumur milik warga tidak bisa dimanfaatkan sama sekali.

“Air warnanya kuning dan berbau, tidak bisa untuk masak, cuci-cuci. Semua kebutuhan rumah tangga airnya membeli, seharusnya PPLS memberikan bantuan air bersih,” kata Yasik.

Yasik melanjutkan, warga desa yang ada di sini hidupnya tidak tenang karena selalu dihantui perasaan waswas takut tanggul jebol. Hampir semua warga menghendaki tanah dan rumahnya ini diberikan ganti rugi.

“Hampir semua warga menghendaki wilayah Desa Gempol Sari yang tinggal 7 RT ini dimasukkan areal peta terdampak lumpur,” tandas Yasik. (detik/red)