Nasional KPK Minta Publik Laporkan Soal Rumdin Bupati Penajam Paser Utara

KPK Minta Publik Laporkan Soal Rumdin Bupati Penajam Paser Utara

BERBAGI

Jakarta

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Gafur Mas’ud (AGM) telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait pengadaan barang dan jasa, serta perizinan di Kabupaten PPU. Sebelum terjaring OTT KPK, Abdul Gafur pernah disorot terkait pembangunan rumah dinasnya yang menghabiskan anggaran fantastis, yakni Rp 34 miliar.

Lantas apakah ada kaitannya uang suap yang diduga diterimanya dengan proyek pembangunan rumah dinas?

“Terkait rumah dinas bupati, ini juga informasi belum kami dapatkan pada tahap penyelidikan sampai dengan penetapan tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat sesi tanya jawab dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022).

Alexander mengatakan KPK akan mendalami hal tersebut. Dia lalu meminta masyarakat turut membantu kerja KPK dengan menginformasikan hal-hal terkait.

“Nanti akan kita lihat (ada kaitannya atau tidak antara kasus suap dengan rumah dinas bupati-red). Jadi informasi-informasi tersebut tentu akan berguna, apalagi nanti kalau ada informasi juga dari masyarakat ya. Di dalam proses penydiikan tentu akan didalami lebih lanjut,” tutur Alexander.

Sorotan terhadap rumah dinas Bupati Penajam Paser Utara seharga Rp 34 miliar terjadi pada akhir Agustus 2021. Dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021), rumah dinas itu berada di jalan pesisir pantai Kelurahan Sungai Paret, Kecamatan Penajam.

Kala itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro menjelaskan pembangunan rumah itu masih membutuhkan tambahan anggaran. Tambahan anggaran dibutuhkan untuk beberapa pengerjaan lanjutan seperti pagar hingga dermaga.

“Beberapa jenis pengerjaan lanjutan rumah kepala daerah itu, seperti pagar, ornamen, taman (landscape), dermaga, serta pengerjaan interior rumah,” jelas Edi Hasmoro saat itu.

Untuk diketahui, kini Edi Hasmoro turut ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terhadap Abdul Gafur Mas’ud. Keduanya diduga sebagai penerima suap dari pihak swasta yakni Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ).

(whn/aud)

Sumber: DetikNews