Nasional KPAI Soroti Peran Pemda soal Remaja Putri di Malang Dianiaya-Diperkosa 7 Anak

KPAI Soroti Peran Pemda soal Remaja Putri di Malang Dianiaya-Diperkosa 7 Anak

BERBAGI

Jakarta

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan penganiayaan dan pemerkosaan terhadap remaja putri di Malang, Jawa Timur (Jatim) yang dilakukan oleh sejumlah orang yang masih di bawah umur. KPAI meminta agar Pemda Malang proaktif mencegah terjadi hal serupa.

“KPAI sangat menyesalkan peristiwa perundungan yang terjadi terhadap korban anak di Malang yang juga melibatkan pelaku anak. Ini menunjukkan bahwa memutus rantai kekerasan terhadap anak terutama di masyarakat masih butuh perhatian khusus untuk upaya pencegahan agar anak tidak terus berada dalam kondisi rentan,” kata Komisioner KPAI Putu Elvina kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Putu berharap agar korban mendapatkan rehabilitasi secara penuh. Dia juga mendorong agar pelaku yang merupakan anak di bawah umur diberikan edukasi dan konseling.

“Dalam hal ini penyelesaian secara hukum tidak akan optimal bila tidak disertai dengan upaya rehabilitasi bagi korban agar tidak menjadi trauma akibat perundungan tersebut. Serta dilakukan edukasi dan konseling bagi pelaku anak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.

Soroti Peran Pemda

Lebih lanjut, Putu menyoroti peran Pemda Malang dalam kasus ini. Dia meminta agar Pemda berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan.

“Pemda Malang yang memiliki harus proaktif terhadap pencegahan dan rehabilitasi dalam perlindungan anak yang jadi tanggung jawab dan urusan wajib Pemda,” ucap Putu.

Putu juga mengapresiasi kerja Polresta Malang dalam menangani kasus ini. Sebab polisi telah menerapkan sistem peradilan anak dalam kasus ini.

KPAI mengapresiasi Kapolres yang melibatkan berbagai pihak sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak dalam proses hukumnya, bila hal ini dilakukan kita berharap hak para korban maupun pelaku anak dapat diwujudkan melalui keadilan yang memulihkan,” katanya.

Sumber: DetikNews