RUPAT, Tribunriau- Kepala Sekolah SMAN 1 Rupat Utara diduga abaikan penilaian dari guru studi Geografi.
Pasalnya, nilai yang diberikan oleh guru studi Geografi itu berubah saat ditulis ke raport siswa.
“Nilai ini kita serahkan sama sekolah, setelah sampai di sekolah, wali kelas bersama kepala sekolah langsung merubah nilai tersebut dan langsung dimasukkan ke raport anak yang sebenarnya itu tidak bisa, itu namanya pelanggaran,” kata Guru Studi Geografi di SMAN 1 Rupat Utara, Drs. Jaurat Raja Gukguk kepada awak media ini, Sabtu (29/1).
Dijelaskan Jaurat, jika kepala sekolah dan wali kelas berkoordinasi dengan pihaknya untuk perbaikan nilai, tentunya hal tersebut masih wajar.
“Kalau memang mereka mengadakan rapat wali kelas dengan kepala sekolah, dipanggil saya rapat lalu nilai berubah di raport, itu wajar,” jelasnya.
Ia menyayangkan kebijakan yang diambil oleh kepala sekolah dan wali kelas dalam perubahan nilai siswa tersebut tanpa berkoordinasi dengannya, ia juga merasa tak dianggap keberadaannya.
“Jadi ini sudah pelanggaran hak, sampai hari ini juga belum ada klarifikasi, walaupun sudah kita sampaikan melalui wakilnya kepala sekolah, jawabannya hanya itu urusan kepala sekolah,” beber Jaurat.
Jaurat mengatakan bahwa hal ini masih dalam musyawarah keluarga.
“Jadi masalah ini masih saya kordinasikan bersama keluarga apakah akan kami bawa ke ranah hukum,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Rupat Utara, Yendri, S.Pd menyangkal pihaknya tidak memiliki keinginan untuk berkomunikasi dengan guru tersebut.
“Memang kami tidak memakai nilai itu karena memang guru yang bersangkutan tidak kooperatif, tidak komunikatif,” ujar Yendri.
Dijelaskan Yendri, pada kurikulum 2013 terdapat aspek pengetahuan keterampilan, aspek sikap dan ada deskripsi masing masing.
“Jadi karena beliau memang tidak melakukan proses penilaian dan hampir tidak melakukan PBM, jadi kebijakan sekolah seperti itu karena anak-anak perlu diselamatkan juga, semester 5 ini mau SNMPTN, tidak mungkin tidak di-isi nilai,” tambahnya.
“Pada saat rapat perubahan nilai, guru yang bersangkutan tidak on lagi, memang sudah lama kurang aktif di sekolah, pernah kita coba mediasi namun guru geografi ini tidak bisa diajak koordinasi,” pungkasnya.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain











