RUPAT, Tribunriau- Kepala UPT Pelabuhan RoRo Tanjung Kapal, Rupat, Kabupaten Bengkalis, Hendri Budiman mengimbau para supir pengangkut sawit untuk mematuhi aturan Gubernur Riau (Gubri) terkait maksimal muatan 9 Ton.
Kepala UPT pelabuhan Roro tanjung kapal kecamatan rupat kabupaten bengkalis menghimbau kepada seluruh supir pembawa sawit agar ikuti aturan gubernur riau maksimal 9 ton.
“Surat edaran gubernur kita sudah mengimbau kepada supir atau anggota agar muatannya disesuaikan dengan peraturan,” ujar Hendri kepada Tribunriau via selular, Selasa (10/8).
Dijelaskan Hendri, jika muatan berlebih dari aturan yang telah ditetapkan, maka sisa kelebihan tersebut akan dibongkar agar bisa menyeberang, namun yang terjadi saat ini adalah tumpukan dari hasil muatan yang dibongkar.
“Kita sudah beri imbauan, kalau yang sudah dibongkar agar secepatnya diambil kembali barang yang sudah dibongkar tersebut,” jelas Hendri.

“Muatannya yang sisa itu harapan saya kepada supir, kalaupun kelebihan muatan barang sisa yang sudah dibongkar secepatnya diambil lagi,” tambahnya.
Dalam waktu dekat ini, lanjut Hendri, pihaknya masih memantau, kedepannya, pihaknya akan mengambil tindakan tegas berupa pengumpulan sisa bongkar muatan berlebih menjadi satu tumpukan alias pembersihan.
“Jika ada tindakan jangan salahkan kami, juga kalau barangnya yang sisa kami kumpulkan, kami tumpukan jadi satu, jadi suatu saat nanti sopirnya kerepotan mengambil kembali atau kami alihkan jangan disalahkan kami lagi,” tegas Hendri.
Salah seorang supir juga memberikan tanggapannya terkait penumpukan barang sisa di RoRo Tanjung Kapal. Alep mengatakan bahwa ia juga pernah kelebihan muatan sekali, namun dia menghimbau kepada teman-teman sesama supir agar mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
“Agar pelabuhan RoRo Rupat terlihat bersih, usahakan tidak kelebihan muatan,” ujar Alep.
Salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya hendak menyeberang ke Dumai, melihat ada tumpukan sawit sekitar tiga tumpukan mengatakan hal tersebut merusak pemandangan.
“Inikan bisa jadi membuat tumpukan sampah, kalau lama-lama dibiarkan, pelabuhan RoRo Rupat jadi kurang bersih, lagian bukan mobil pembawa sawit saja penumpangnya, kami mobil pribadi sepeda motor pejalan kaki juga punya hak, mohonlah kepada petugas yang terkait gimana pelabuhan RoRo Rupat dapat bersih,” ungkap warga tersebut.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain











