Kawasan Industri Galangan Kapal Sei Lekop Banjir, Ribuan Buruh Tak Bisa Kerja

Batam, Tribunriau – Ribuan buruh tak bisa bekerja karena Kawasan Industri Galangan Kapal Sei Lekop banjir, Rabu (23/9).

Kondisi tersebut menyebabkan akses ke perusahaan sulit dilewati kendaraan, sebagian besar pekerja berjalan kaki menuju perusahaannya.

Salah seorang tokoh masyarakat Sagulung, Tarmizi mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama dua hari belakangan.

Ia juga turut prihatin atas kondisi pekerja yang sulit mengakses jalan ke perusahaan.

“Kejadian ini sudah berlangsung 2 hari, kalau terus begini bagaimana pekerja dapat hasil untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ujar Tarmizi.

Selain banjir, lanjut Tarmizi, kondisi ini diperparah dengan lahan yang sedang dimatangkan, tepatnya berada di samping PT Citra.

Dikatakannya juga, lahan tersebut tidak memiliki drainase, sehingga air yang biasanya mengalir, kini tertutup oleh lahan yang baru dimatangkan.

Selain itu, juga lokasi yang sudah dipagar keliling, sehingga alat berat tidak bisa masuk untuk membuat drainase.

“Ditambah sekitar kawasan industri juga dranase parit pembuangan air juga tak terawat dan sangat kecil,” ungkapnya.

“Kami juga sangat mengharapkan pemerintah melalui Pemko Batam dan BP Batam serius untuk segera membenahi lokasi fasum di kawasan Industri Sungai Lekop ini,” pintanya.

Dikatakannya juga, pihaknya sudah berkali-kali memberi informasi kepada pemerintah, namun tak ditanggapi dengan serius.

“Kami berharap secepatnyalah ada tindakan dilapangan untuk segera dilakukan action, ini sudah mulai musim hujan, kalau tidak ditangani segera, efeknya sangat banyak, masyarakat tak bisa kerja, pihak perusahaan juga merungi,” pungkasnya.

Penulis: Pilian
Editor: Iskandar Z