Hikmah Puasa Hari ke 19 : Manusia Makhluk Kecil dan Lemah.

matahari kita 1,9 juta kilometer.

Namun, masih lebih kecil dibanding bintang Sirius (rasi bintang Canis Mayor). Masih lebih kecil dari bintang Pollux, 5,5 juta kilometer (rasi Gemini). Masih lebih kecil lagi dari Arcturus, 18 juta kilometer. Masih lebih kecil lagi dari Aldebaran, 44,2 kilometer (rasi bintang Taurus). Lebih kecil lagi dari Rigel, 78 kilometer.

Lebih kecil lagi dari Antares (1900 X matahari kita). Masih lebih kecil lagi dari VV Cephei A. Dan Masih lebih kecil lagi dari VY Canis Majoris. Dan masih banyak lagi bintang yang lebih besar dari bumi. Betapa luasnya alam semesta ini, sehingga masih teramat sangat banyak yang belum bisa dijangkau oleh sains manusia.

Semuanya bergerak teratur dan bertasbih, berputar pada porosnya, di bawah kuasa pengendalian Sang Pengendali dan Penciptanya, yaitu Allah SWT (sabbaha lillãhi mã fis-samãwãti wal-ardhi -“bertasbihlah kepada Allah apa-apa yang ada di langit dan di bumi”).

Dengan demikian, seberapa besar dan hebatnyakah diri manusia di muka bumi ini? Apakah manusia terhadap Sang Pengendali pantas bersikap sombong, takabur, merasa hebat dan pandai sendiri? Satu hal yang sudah pasti adalah bahwa manusia tidak ada sebesar titik debu dibanding alam semesta ini. Teramat sangat kecil dan sangat lemah. Allah SWT berkuasa menghancurkan semuanya bila berkehendak. Pada saatnya nanti pasti akan terjadi.

Kapan dan bagaimana terjadinya? Hanya Allah SWT yang Maha Tahu. Sudah seharusnya manusia pasrah dan bersumpah untuk tunduk dengan aturan Sang Pencipta alam semesta.

Setiap hari manusia harus mengakui sebagai orang lemah “innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samãwãti wal-ardh” (Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi). Janganlah membuat-Nya murka dengan janji-janji palsu kita dengan mengabaikan perintah-Nya dan melanggar apa yang dilarang-Nya.

Trilyunan planet gelap tak berbintang (tidak memiliki sistem tata surya) beredar bebas di angkasa dan di luar sistem tata surya. Ketika Sang Pemilik alam ini menghendaki satu planet saja menabrak bumi, maka manusia bersama kecongkakannya akan hancur berkeping-keping. Seraya masuk dalam kehidupan baru setelah berhadapan dengan perhitungan yang paling adil (Pengadilan Akhirat) sesuai yang dijanjikan-Nya.

. يَوْمَِ هُِِمِْ بَِِارِزُونَِ ل يَِِخْفَىِٰ عَِِلَى اِِللِِّٰ مِِِنْهُمِْ شَِِيْ ءِ لِِِمَنِِ اِِلْمُلْكُِ اِِلْيَوْمَِ للِِٰ اِِلْوَاحِدِِ اِِلْقَهَّارِِ۞ِِاِِلْيَوْمَِِِ

تُجْزَىِٰ كُِ لِ نَِفْسٍِ بِِمَا كَِسَبَتِْ لَِِ ظُِلْمَِ اِلْيَوْمَِ إِِنَِّ اِِللَِّٰ سَِرِيعُِ اِلِْحِسَابِِ ۞ِ

Yauma hum bãrizûna, lã yakhfã ‘alallãhi minhum syai’un, limanil mulkul yaum, lillãhil wãhidil qahhãr. Al-yauma tujzã kullu nafsim bimã kasabat, lã dzhulmal yauma, innallãha sarî’ul hisãb. “(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur dan menuju Mahsyar); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.

(Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.” (QS. Al-Mu’min (Al-Ghãfir) [40]: 16 -17).

Wallãhu A’lamu bish-Shawãb Mari kita tutup artikel ini dengan doa. Sebuah doa yang disebut sebagai Sayyidul Istighfar

: اللٰهُمَِّ أَِِنْتَِ رَِِب يِْ ل إِِِلٰهَِ إِِِلَِّ أَِِنْتَِ خَِِلَقْتَنِيِْ وَِِأَنَا عَِِبْدُكَِ وَِِأَنَا عَِِلَى عَِِهْدِكَِ وَِِوَعْدِكَِ مَِِا اِِسْتَطَعْتُ،ِِِ

أَعُوْذُِ بِِِكَِ مِِِنِْ شَِِ رِ مَِِا صَِِنَعْتُ، أَِِبُوْءُِ لَِِكَِ بِِِنِعْمَتِكَِ عَِِلَيَّ، وَِِأَبُوْءُِ بِِِذَنْبِيْ، فَِِاغْفِرِْ لِِِيِْ فَِِإِنَّ هِ لَِِِ يَِِغْفِرُِِِ

الذ نُِوْبَِ إِِلَِّ أَِِنْتَِ

Allãhumma anta rabbî, lã ilãha illã anta khalaqtanî, wa anã ‘abduka, wa anã ‘alã ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ûdzu bika min syarri mã shana‘tu, abû’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abû’u bidzanbî, faghfirlî, fa innahû lã yaghfirudz dzunûba illã anta “

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu.

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” Ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn.

Pekanbaru, 10 April 2023.