Hukrim “Gaji Kecil Bukan Faktor Kepala Daerah Lakukan Korupsi”

“Gaji Kecil Bukan Faktor Kepala Daerah Lakukan Korupsi”

BERBAGI
Peneliti Korupsi Politik ICW, Almas Sjafrina
Peneliti Korupsi Politik ICW, Almas Sjafrina

Tribunriau- Faktor yang melatarbelakangi korupsi bukan karena gaji. Karena seorang kepala daerah sebelum dia menjabat sudah tahu besaran gaji sebagai kepala daerah.

Demikian disampaikan Peneliti Korupsi Politik ICW, Almas Sjafrina dilansir Kumparan, Selasa (15/10) mengomentari pernyataan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Dikatakan Almas, gaji pokok kepala daerah memang bisa dibilang kecil. Namun, mereka sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan tunjangan lainnya.

Faktor utama seorang kepala daerah melakukan korupsi bukanlah gaji yang kecil. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya.

“Macam-macam ya, enggak tunggal. Ada faktor internal, niat duduk di jabatan publik bukan untuk memajukan daerahnya. Ada juga faktor eksternal, tuntutan pembiayaan politik baik di pilkada atau parpol pengusung” ungkap Almas.

Sebelumnya, KPK kembali menjerat kepala daerah yang terlibat kasus korupsi. Kali ini KPK menangkap Bupati Indramayu, Supendi. Supendi diamankan karena diduga terlibat suap proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Indramayu.

Tertangkapnya Supendi oleh KPK ini membuat Mendagri Tjahjo Kumolo prihatin. Apalagi penangkapan Supendi ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat korupsi.

Padahal menurut Tjahjo, Kemendagri dengan KPK telah bersafari ke berbagai daerah mengingatkan kepala daerah agar tak terjebak ke area rawan korupsi. Tjahjo bahkan menegaskan gaji kepala daerah yang kecil tidak bisa dijadikan alasan untuk korupsi.

“Saya sudah turun hampir ke semua provinsi dengan KPK untuk hati-hati terhadap area rawan korupsi. Pencegahan terus, perencanaan terus. Tapi ya tidak bisa kalau penghasilan kecil, gaji kecil jadi alasan. Jangan. Itu aja,” kata Tjahjo.(red)