Ekonomi Dua Pangkalan Nakal Dinonaktifkan

Dua Pangkalan Nakal Dinonaktifkan

BERBAGI

DUMAI, Tribunriau – Dari hasil pemantauan terhadap peredaran gas LPG bersubsidi 3 kg oleh Tim Pemantau LPG Subsidi 3 Kg yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, DPRD Kota Dumai, Pertamina RU II Dumai, Kepolisian, Hiswana Migas, Satpol PP, Senin (30/10) lalu, yang dilakukan di sejumlah rumah makan, Agen LPG dan Pangkalan, hasilnya didapati distribusi elpiji bersubsidi 3 kg tidak tepat sasaran dan didapati agen dan pangkalan Nakal alias menjual barang bersubsidi tersebut diatas harga eceran tertinggi (HET).

Tim mendapati dua pangkalan nakal, dan kedua pangkalan nakal itu dinonaktifkan dengan cara pihak Pertamina bagian pemasaran tidak lagi mensuplay gas elpiji kepada dua pangkalan tersebut. Hal itu dijelaskan Kadisperindag Kota Dumai, H. Zulkarnain SH.

“Penonaktifan dilakukan dengan tidak disuplay elpiji lagi oleh PT. Pertamina terhadap dua Pangkalan yakni pangkal SPBU 14.288638 Jalan Kelakap Tujuh dan Pangkalan Parlindungan Nainggolan Jalan Jeruk,” jelas Zulkarnain.

Sangsi ini diberikan tentunya untuk memperingatkan pihak pangkalan gas LPG bersubsidi 3 kg untuk mendistribusikan sesuai dengan peruntukannya dan menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi ( HET) yaitu Rp18 ribu pertabung.

Bahkan Walikota Dumai dengan tegas minta pangkalan nakal ini agar ditutup dan dicabut izinnya, karena dinilai sudah meresahkan masyarakat yang mengalami kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg dan membeli diatas HET.

Padahal sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden no 107 tahun 2007 bahwa pengguna LPG Subsidi 3 Kg hanya diperuntukan bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro, juga di Permen ESDM no 26 Tahun 2009,  rumah tangga yang boleh menikmati LPG Subsidi 3 Kg yang berpenghasilan dibawah Rp1,5 jt/bulan dan bagi yang melanggar disanksi pidana dan denda.(net/tn)