Lingkungan Ditolak Warga Ratusima, Pertamina Kaji Ulang Pembuatan Embung

Ditolak Warga Ratusima, Pertamina Kaji Ulang Pembuatan Embung

5
BERBAGI

DUMAI, Tribunriau- Pertamina Refeneri Unit (RU) 2 Dumai- Sei Pakning menilai pembuatan embung atau kanal untuk penahan air resapan dari masyarakat komplek perumahan Bukit Datuk yang dialirkan ke lokasi pemukiman masyarakat Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan sangat dirasakan perlu dilakukan kaji ulang.

Pasalnya, pembuatan embung atau kanal tempat lokasi penampungan air resapan warga perumahan komplek Bukit Datuk dan sekitarnya, yang tepat bearada dekat perbatasan aliran parit masyarakat kelurahan Ratu Sima, sangat diperlukan analisa dan kaji ulang pembangunannya.

Karena pembuatan embung atau kanal resapan tersebut, belum berdampak positif bagi masyarakat pemilik rumah di perumahan komplek Pertamina Bukit Datuk. Dan pembuatan kanal seluas 15 meter2 dan sepanjang kurang lebih 1000 meter2 ke arah Barat, saat ini belum tepat pembangunannya.

“Pembangunan dan pembuatan embung atau kanal waduk resapan penahan air masyarakat komplek, saat ini dirasakan belum diperlukan dan masih perlu kaji ulang yang mendalam terhadap dampak baik buruknya bagi masyarakat sekitar lokasi tersebut,” ungkap GM PT Pertamina RU 2 Dumai–Sei Pakning melalui Kahumas Pertamina Dumai, Audi kepada wartawan saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Senin(27/3/17).

Menurutnya, pembangunan dan pembuatan embung atau kanal untuk resapan air dari komplek perumahan Kelurahan Bukit Datuk itu, yang berada dekat pemukiman masyarakat kelurahan Ratu Sima yang tepatnya
masyarakat perumahan UKA, dinilai perlu dilakukan evaluasi dari dampak pembuatan embung tersebut. Karena hingga kini team managemen Pertamina menyikapi rencana itu masih lakukan pertemuan secara kontinue upaya kaji ulang rencana tersebut.

“Kita dari managemen hingga saat ini masih terus berupaya analisa lingkungan sekitar dampak dari pembuatan embung atau kanal itu kedepan bagi masyarakat sekitar, supaya tidak menimbulkan kesan buruk atau negatif terhadap pembangunan itu,” paparnya.
   
Selain itu, Pertamina bersama mangemen yang telah dibentuk terus berupaya semaksimal mungkin meminimalisir efek atau dampak yang akan timbul bagi masyarakat sekitar disana. “Kan tidak mungkin saja kita membangun embung atau kanal resapan air jika masyarakat sekitar lokasi mendapat sengsara,” imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ratu Sima yang berdomisili dekat aliran parit pembuangan dari komplek perumahan Bukit Datuk, Hasrizal kepada wartawan mengatakan Jika memang pertamina terkesan memaksakan kehendak untuk melanjutkan pembangunan atau pembuatan kanal itu di lokasi yang direncanakan tanpa adanya survey dan lakukan analisa dampoak lingkungan masyarakat sekitar sini. Saya selaku warga domisili kelurahan Ratu Sima tegas menolaknya.

“Jika Pertamina tidak lakukan survey terhadap analisa dan kaji ulang lingkungan sekitar itu,tegas kami menolaknya , tapi bila sesuai prosedur pembangunannya dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sepenuhnya kita dukung,” tegasnya.

Sesuai informasi dan keterangan yang dihimpun wartawan di lapangan bahwa pembangunan itu saat ini sempat dihentikan dan tidak mengetahui apa sebabnya penghentian tersebut.
“Memang sempat saat itu kita masyarakat akan blokir pembangunan jika hal itu di realisasikan. Pasalnya, masyarakat sekitar akan berdampak kebanjiran air buangan itu yang tidak tertampung oleh aliran parit yang ada ,” terang ketua Karang Taruna Ratu Sima yang juga warga tempatan Khaidir kepada wartawan. (ed)