Ditangkap Polres Rohil Sabtu Lalu, Ini Pengakuan Tersangka Kurir Narkoba

ROHIL,Tribun Riau- Setelah ditangkap di depan Mako Polres Rohil pada Sabtu (14/4/2018) lalu, pelaku mengaku sudah dua kali membawa barang haram tersebut.

Selain itu, pelaku juga mengaku tarif yang didapatinya lumayan besar, yaitu Rp10 Juta per Kilogram sabu-sabu.

Pengakuan tersebut diketahui saat Polres Rohil menggelar press rilis terkait pengungkapan kasus peredaran narkotika.

press rilis polres Rohil atas penangkapan kurir narkotika seberat 3kg
press rilis polres Rohil atas penangkapan kurir narkotika seberat 3kg

Kapolres Rohil melalui Wakapolres Kompol Dr.Wawan SH MH didampingi Kasatnarkoba AKP Juliandi dan Kabag Humas Polres Rohil AKP Ruslan dalam press rilisnya menjelaskan kronologi serta barang bukti dari penangkapan tersebut.

Wakapolres Rohil Kompol Dr.Wawan SH MH dalam press rilisnya mengatakan, pelaku penyeludupan Narkotika tersebut merupakan warga Dusun Sumber Makmur ES (31) beralamat di Sumber Makmur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bagan Sinembah, dan pelaku DWS (35) warga Siantar.

Baca juga: Dari Dumai, Polres Rohil Amankan 3Kg Sabu dan 2018 Butir Pil Ekstasi

Dijelaskan Wakapolres, barang bukti (BB) yang ditemukan di tempat kejadian perkara, tepatnya di depan Mako Polres Rohil, dari pelaku ES didapati 3 bungkus diduga Narkotika jenis sabu lebih kurang 3 Kg, 2 bungkus Narkotika diduga pil Ekstasi dengan jumlah lebih kurang 2018 butir, 1 unit mobil Daihatsu Grandmax BM 8159 SE, 2 Unit Handphone, 1 buah tas warna biru.

Namun, setelah BB diduga sabu tersebut dibawa ke Bea Cukai Dumai untuk ditimbang, Wakapolres menjelaskan ternyata mempunyai berat BB 3,25 Ons.

Sementara itu, BB yang didapatkan dari pelaku DWS yaitu 1 buah Hp Merk Nokia, 1 Hp Merk Samsung J One, 1 buah Dompet Merk Levis warna coklat, uang tunai Rp.550.000.

“Pelaku telah melanggar pasal 114 ayat junto ayat 1, dan pasal 112 KUHPidana,” ujar Wakapolres.

Sementara, pelaku yang sempat diwawancarai itu menyatakan penyesalannya, terlebih lagi istri dan anak-anaknya. “Anak istri saya kasian pak,” sesalnya. (to)