Hukrim Dibeton Setebal 25cm, Ini 4 Fakta Tewasnya Surono Warga Jember

Dibeton Setebal 25cm, Ini 4 Fakta Tewasnya Surono Warga Jember

BERBAGI
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat memantau pembongkaran lantai mushalla untuk autopsi jasad korban pembunuhan yang dicor. Foto: ANTARA
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat memantau pembongkaran lantai mushalla untuk autopsi jasad korban pembunuhan yang dicor. Foto: ANTARA

JEMBER, Tribunriau- Mengejutkan serta serasa tidak percaya, warga Jember yang awalnya tidak mencurigai hilangnya Surono (51) rupanya tewas dan terkubur di lantai dalam rumahnya.

Tidak adanya kecurigaan warga atas hilangnya Surono lantaran sering hidup merantau ke luar kota, namun belakangan terkuak isu pembunuhan terhadap pria berumur setengah abad itu.

Sang istri juga mengaku bahwa suaminya telah menjadi korban pembunuhan, tapi ia tak dapat menunjukkan jasad pria yang sudah menafkahinya tersebut.

Berikut beberapa fakta yang dilansir Kumparan terkait tewasnya Surono:

1. Surono dibunuh dan dibeton di dalam rumahnya
Kecurigaan ini awalnya diramaikan oleh warga sekitar. Mereka menduga Surono dibunuh karena masalah perselingkuhan.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Usai menerima laporan, polisi langsung datang ke lokasi dan membongkar tempat ibadah di dalam rumah Surono.

“Lantai musala (tempat shalat, red) itu dibongkar. Saya tidak jelas, tapi ada semacam kain di lokasi musala yang dibongkar itu,” kata Kepala Dusun Juroju, Edi.

Jasad Surono rupanya terkubur di dalam lantai itu setebal 25 centimeter, dilapis urukan tanah. Saat ditemukan, mayatnya terbungkus kain sarung. Berdasarkan hasil autopsi, Surono dibunuh dengan benda tumpul hingga meninggal dunia. Setelah meninggal, Surono dikubur di bawah lantai rumahnya.

Untuk menutupi aksinya, pelaku membeton kuburan dengan lantai lalu membangun sebuah musala dan dapur.

Saat membongkar jasad Surono, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Yakni, linggis panjang 65 cm dengan diameter 4 cm seberat 10 kg, baju, hingga sarung korban.

2. Terduga pelaku mengerucut ke istri dan anaknya
Polisi telah mengamankan istri Surono, Busani, dan anak mereka, Bahar. Dugaan keduanya terlibat pembunuhan didapati setelah polisi memeriksa sejumlah warga.

“Sudah mengarah pelaku, yaitu istri dari korban, yaitu Busani. Namun, kita lakukan pemeriksaan terhadap dua saksi untuk meyakinkan daripada motif maupun peran apa dari pada masing-masing pelaku. Dimungkinkan dilakukan dua orang, ibu dan anaknya,” ujar Kabid Humas Mapolda Jatim, Kombes Barung Mangera, di Polda Jatim, Surabaya, Selasa (5/11).

Sebelum lapor ke polisi, Kepala Dusun Juroju, Edi, mendapat laporan dari Bahar bahwa Busani telah membunuh Surono. Bahar mengaku ibunya membunuh Surono karena tepergok selingkuh dengan orang lain. Busani kemudian terang-terangan tinggal bersama selingkuhannya, J, setelah Surono dinyatakan hilang.

3. Diduga Motif dendam dan warisan
Namun, polisi menduga Surono dibunuh karena persoalan warisan. Dugaan itu diperoleh dari pemeriksaan sejumlah saksi.

“Dari pemeriksaan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan, kami duga motif warisan atau dendam yang menyebabkan korban Surono dibunuh oleh pelaku,” ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal di Mapolres Jember, Jatim, Selasa (5/11).

Pemeriksaan polisi mengerucut pada keterangan dua saksi kunci yang menjadi teman dekat salah satu terduga pelaku. Polisi memastikan saksi tersebut bukan berasal dari keluarga korban.

“Keduanya berstatus sebagai saksi dan keterangan kedua saksi kunci itu akan kami kembangkan dengan dikonfrontir keterangan anak dan istri korban,” tutur Alfian.

4. Belum ada tersangka
Meski sudah mengamankan Busani, Bahar dan J, polisi belum menetapkan satupun tersangka. Alfian mengatakan, Polres Jember masih masih mendalami kasus ini. Sehingga, status ketiganya kini masih saksi. (red)