Cukup untuk 3 Bulan, Kebutuhan Bahan Pokok di Rohul Masih Stabil

ROKAN HULU,Tribun Riau- Dua pekan dalam menghadapi hari raya Idul Fitri, harga kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih stabil. Kemudian, stok komoditi pangan juga cukup untuk tiga bulan ke depan‎, yakni Mei, Juni dan Juli 2018.

Informasi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul Ir. H. Sri Hardono‎ MM melalui Kasi Ketersediaan Pangan DKPP Rohul Sukardi, harga bahan pokok masih cenderung stabil memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1439 hijriyah.

Sebut Sukardi, dari pendataan dilakukan DKPP di Pasar Modern Kampung Padang dan Pasar Senin, harga bahan pokok masih stabil, sama halnya dengan harga di pekan‎ sebelumnya. Diakuinya, bahan pokok baru akan mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan, dan menjelang hari raya Idul Fitri saja.

“Saat ini bisa dikatakan stabil. Yang naik saat menjelang puasa dan menjelang hari raya. Setelah itu seperti biasa lagi,” jelas Sukardi kepada riauterkinicom, Senin (28/5/2018).

Ungkap ‎Sukardi, seperti harga beras juga masih stabil, antara Rp 10 ribu sampai Rp 16 per kilogram (kg). Harga beras sendiri tergantung merknya. Harga kacang tanah‎ juga masih stabil di kisaran Rp 24 ribu per kg, kacang hijau Rp 20 ribu per kg, kedelai lokal Rp 15 ribu, dan jagung pipilan kering Rp 7 ribu per kg.

Kemudian, untuk harga kelompok holtikultura atau sayuran dan buah-buahan juga masih stabil. Harga cabe merah keriting, cabe rawit, bawang merah dan bawang putih, masing-masing masih dijual Rp 30 ribu per kg. Sedangkan harga tomat Rp 8 ribu per kg, wortel Rp 12 ribu per kg, kentang Rp 10 ribu per kg.

Sedangkan harga pangan ‎bahan pabrik, seperti minyak goreng curah Rp 12 ribu per kg, ‎minyak goreng non curah Rp 14 ribu per kg, gula pasir lokal Rp 12 ribu per kg, harga tepung terigu sendiri antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu per kg.

Harga daging yang sempat naik menjelang puasa juga sudah stabil. Seperti daging sapi dijual Rp 120 ribu per kg, daging‎ ayam ras Rp 25 ribu per kg, ayam kampung Rp 50 ribu per kg, telur ayam ras Rp 1.500 per butir, telur ayam kampung Rp 3.500 per butirnya.

Sedangkan harga ikan laut dan harga ikan air tawar, ada beberapa jenis yang mengalami kenaikan, seperti ikan serai dari Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu per kg. Ikan baung dari Rp 80 ribu jadi Rp 85 per kg, sedangkan ikan pantau/ bada dari Rp 40 ribu jadi Rp 50 ribu per kg.

Stok Pangan Cukup Untuk 3 Bulan

Selain harga bahan pokok, sebut Sukardi, untuk stok komoditi pangan di Kabupaten Rohul juga masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan, terhitung mulai Mei, Juni dan Juli 2018.

Kemudian, harga bahan pokok sendiri tersedia melalui produksi lokal dan pasokan dari luar daerah, seperti dari Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Lampung.

Kemudian, stok komoditi beras bagi masyarakat Rohul tersedia 16,973 ton‎ dari jumlah kebutuhan 16,945 ton, stok cabe merah keriting 1,301 ton dari kebutuhan masyarakat 1,299 ton.

Lalu, stok bawang merah tersedia untuk tiga bulan sebanyak 393 ton dari kebutuhan‎ masyarakat 387 ton. Stok minyak goreng 1,239 ton dari kebutuhan 1,230 ton, stok gula pasir 1,185 ton dari kebutuhan 1,175 ton, stok kacang tanah 292 ton dari kebutuhan 283 ton.

Kemudian, stok daging sapi 1,146 ton dari kebutuhan 1,138 ton, stok daging ayam 952 ton dari kebutuhan 949 ton,‎ stok telur ayam 1,384 ton dari kebutuhan 1,384 ton, stok ikan 3,245 ton dari kebutuhan 1,311 ton.

Sementara stok sayuran juga masih mencukupi untuk tiga bulan yakni 6,789 ton dari kebutuhan 6,175 ton. Sedangkan stok buah-buahan 6,791 ton dari kebutuhan 6,781 ton.

‎”Sumber pasokan bahan pangan di Kabupaten Rokan Hulu sebagian besar dari Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Lampung.‎ Jadi kalau terjadi bencana seperti longsor tentu pasokan akan terganggu,” kata Sukardi.

Sukardi juga mengatakan, ada 6 penyebab terjadinya kenaikan harga kebutuhan pangan pokok menjelang puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Pertama, harga naik karena permintaan masyarakat meningkat, khususanya di daerah perkotaan.

Kedua, meningkatnya jumlah penduduk (instant) akibat kedatangan dari luar provinsi. Ketiga, peningkatkan kebutuhan bahan pangan di rumah makan dan tempat umum. Ke empat, saat menjelang berbuka puasa setiap masjid atau mushala menyediakan makanan dan minuman berbuka.

Kemudian, adanya pasar Ramadhan sampai daerah pedesaan. Ke enam, secara kultur adanya kebiasaan instans pemerintah maupun swasta untuk mengadakan acara berbuka puasa bersama atau halal bihalal.

Sukardi mengaku, dari pemantauan dilakukan DKPP Rohul, stok Sembako cukup aman untuk tiga bulan ke depan. Untuk itu DKPP Rohul sangat mengharapkan masyarakat tidak perlu menyetok bahan pangan secara berlebihan yang dapat mengakibatkan kelangkaan Sembako di pasar.

Kemudian, pedagang juga dimbau‎ tidak menggunakan kesempatan dalam kesempitan menjelang hari raya Idul Fitri, karena masyarakat telah terbebani dampak rendahnya harga karet dan menurunnya harga TBS kelapa sawit.

Mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok jelang hari besar keagamaan, DKPP Rohul juga telah melakukan langkah-langkah, seperti menggelar operasi pasar, menggelar pasar murah, serta meningkatkan produksi dalam daerah melalui intensifikasi. (mad)