DUMAI – Bungkamnya Pihak PT Energi Unggul Persada (EUP) terkait dugaan tumpahan minyak menjadi tanda tanya publik, Kamis (17/9).
Bagaimana kronologi, volume, hingga dugaan mengalirnya tumpahan tersebut ke beberapa anak sungai hingga kini belum terjawab.
Hal ini sudah dikonfirmasi ke Humas PT EUP Dumai, Faisal, namun, dari awal konfirmasi terkait kebenaran kejadian tersebut, hingga berita ini diterbitkan, belum direspon/dijawab.
Untuk diketahui, dikutip dari hebatriau.com, aktivitas PT Energi Unggul Persada (EUP) disebut telah mencemari lingkungan sekitar hingga mengalir ke badan sungai di kawasan Bang Sal Aceh, Lubuk Gaung, Minggu (23/08/26) lalu.
Namun, dalam pemberitaan tersebut, tidak ditemukan pihak PT EUP memberikan tanggapan ataupun klarifikasi mengenai peristiwa itu.
Publik berhak mengetahui perkembangan yang terjadi menyangkut lingkungan sekitarnya, terlebih lagi ada peristiwa dugaan minyak yang mengaliri badan sungai.
Sebelumnya diberitakan PT Energi Unggul Persada di Kota Dumai diduga tutupi kejadian tumpahan minyak beberapa minggu lalu, Senin (14/9).
Informasi yang berhasil diperoleh, dugaan kejadian tumpahan minyak tersebut sempat meluber ke laut Dumai.
Hingga kini, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi ke beberapa pihak, termasuk dari PT EUP.
Selain Humas PT EUP, Faisal yang tidak merespon, Head Unit PT EUP, Fandi Shidik ketika dikonfirmasi malah menyarankan untuk menghubungi saudara Faisal atau Toni.
“Sore pak, bisa hubungi team Humas ya pak : Pak Faisal atau pak Toni,” ujarnya, Senin (14/9).
Namun, pesan tersebut buru-buru dihapus setelah awak media menyatakan bahwa sebelumnya sudah dilakukan konfirmasi ke orang yang dimaksud dan tidak mendapatkan respon.
Sementara itu, masih dari pihak PT EUP, Toni melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya saat ini sedang berada di Kalimantan Tengah.
Selain itu, ia juga menyarankan untuk menghubungi Faisal.
Untuk diketahui juga, sebelum menghubungi Head Unit Fandi dan Toni, awak media sudah terlebih dahulu mengkonfirmasi Faisal selaku Humas.
Baik melalui pesan, juga melalui sambungan telp WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban.
Pihak redaksi membuka diri bagi seluruh pihak untuk menerima informasi demi keberimbangan berita ini. (red)












