Semesta Riau BBPOM Pekanbaru Musnahkan Obat dan Makanan Sitaan

BBPOM Pekanbaru Musnahkan Obat dan Makanan Sitaan

4
BERBAGI

PEKANBARU, Tribunriau- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru memusnahkan barang bukti berupa obat makanan kadarluasa (OMKA) yang tidak memenuhi syarat di depan Kantor BBPOM Pekanbaru, Selasa (19/12/2017) lalu.

Barang bukti tersebut adalah hasil temuan BBPOM Pekanbaru selama 2 tahun terakhir, yaitu tahun 2016 dan 2017. Total keseluruhan barang bukti tersebut bernilai Rp 1,8 Miliar Lebih.

Demikian dikatakan Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kasuri, Selasa (19/12/2017).

“Total barang yang dimusnahkan sekitar 129.624 pieces, jika diuangkan sebesar Rp 1,8 miliar lebih dari seluruh produk makanan dan obat,” ungkap Kasuri, usai pemusnahan barang bukti.

Hasil penyelidikan selama 2 tahun belakangan ini, pihak BBPOM berhasil menyita obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat dari pengawas dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Adapun produk yang ada diantaranya kosmetik, obat tradisional dan suplemen.

“Jadi di pasaran, kita temui obat dan makanan ini termasuk TMS dan OMKA,” tegas Kasuri.

Sejauh ini, BBPOM Pekanbaru telah memetakan wilayah-wilayah yang mana saja termasuk pasaran bebasnya keluar masuknya barang-barang ilegal ini beredar di pasaran. Dimana terdapat adanya pelabuhan-pelabuhan tikus bisa mengirim bebas.

“Untuk wilayah-wilayah yang bebas di pasaran masuknya barang-barang ilegal ini diantaranya Tembilahan, Dumai, Meranti, Bengkalis dan terakhir di Pekanbaru,” sebut Kasuri.

Saat ini, pihak BBPOM telah melakukan penyelidikan terhadap masuknya barang-barang ilegal kewilayah Riau khususnya obat dan makanan. Hasilnya terjadi peningkatan yang signifikan.

“Ada 16 kasus yang telah diselesaikan penyelidikannya terhadap obat dan makanan ilegal. Target kita 19 kasus, tinggal 3 kasus lagi masih dalam penyelidikan,” sambung Kasuri.

Untuk pengembangan penyelidikan, Kasuri telah melakukan kerjasama dengan pihak terkait guna mengawasi wilayah kota Pekanbaru. Dimana ada terdapat banyak gudang-gudang penyimpanan barang yang masuk langsung dari pelabuhan tikus.

“Sudah ada rencana kita lakukan pengembangan ke depan dengan stake holder lainnya tentang banyaknya gudang-gudang penyimpanan barang di Pekanbaru. Modus pelaku ini memasukkan barang melalui pelabuhan tikus,” terang Kasuri.

Kasuri juga menghimbau untuk kesekian kalinya kepada masyarakat Riau jangan pernah mengkonsumsi pangan produk ataupun makanan yang tidak memenuhi standar atau ilegal. Sehingga masyarakat dituntut untuk lebih cerdas dan proaktif dalam memilih dan memperhatikan selalu kemasannya.

“Untuk memastikannya baca informasi produk pada label pastikan memiliki izin edar dan kadarluasanya. Jika menemukan hal-hal mencurigakan terkait pangan obat dan makanan yang membahayakan segera melaporkan ke pihak yang terkait atau bisa ke BBPOM Pekanbaru,” imbuh Kasuri. (net)