
ROKAN HULU, Tribun Riau- Dampak banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Rohul, sempat merendam ratusan rumah di Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Selasa (6/11/2018) kemarin.
Bahkan, kini banjir sudah meluas, dan merendam akses Jalan Utama Tuanku Tambusai di Desa Babussalam Kecamatan Rambah, sehingga kendaraan roda dua tidak lagi bisa melintas karena dikepung banjir.
Dari informasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, Suparno S.Hut, banjir di Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian yang sempat memutuskan akses jalan, dan sudah berangsur surut Rabu (7/11/2018).
Bahkan, banjir juga merendam ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Kepenuhan dampak meluapnya aliran Sungai Batang Lubuh, serta dampak tingginya curah hujan di wilayah Rohul akhir-akhir ini.
Diakui Suparno, akses ke Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian putus karena banjir menggenangi badan jalan antara 3 kilometer sampai 4 kilometer, dengan ketinggian air antara 50 centimeter hingga 90 centimeter. Selain itu, banjir juga mengisolir sekitar 227 kepala keluarga (KK) di Desa Rantau Binuang Sakti, dan sekira 126 KK di Desa Ulak Patian.
“Tim BPBD Rohul sudah persiapkan peralatan untuk penanganan banjir di Kecamatan Kepenuhan,” kata Suparno, Rabu, dan mengakui pihaknya sudah membangun tenda pengungsian di dua desa di Kecamatan Kepenuhan, namun warga memilih mengungsi ke rumah keluarganya.
Kata Suparno, terkait penanganan bencana banjir di Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian, BPBD Rohul berkerja sama dengan pihak terkait, seperti TNI, Polri, PMI, Puskesmas, serta pemerintah Kecamatan Kepenuhan dan pemerintahan desa.
Kemudian, selain banjir di dua desa di Kecamatan Kepenuhan, sambung Suparno, banjir juga masih merendam puluhan rumah di Desa Lubuk Soting Kecamatan Tambusai. Meski genangan mulai surut, namun masih menggenangi daerah yang rendah.
Stok Bahan Pokok Kosong
Kemudian juga diakui Suparno, stok bahan pokok atau Sembako di BPBD Rohul sedang kosong, demikian juga stok bahan pokok di Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Rohul.
Kini BPBD Rohul jelas Suparno, sudah berupaya ajukan bantuan bahan pokok untuk korban banjir ke Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kita juga sudah mencoba mengajukan ke provinsi dan ke pusat itu kosong. Dinas Sosial (Rohul) juga sudah menyampaikan hal yang sama,” kata Suparno.
Diakuinya, stok yang masih tersedia di BPBD Rohul sendiri baru sebatas handuk dan selimut. Sedangkan untuk membangun dapur umum, BPBD Rohul bekerjasama dengan Dinsos Rohul.
Dijelaskan Suparno, Bank Riau Kepri Kantor Cabang Pasir Pangaraian juga sudah salurkan bantuan kepada korban banjir. Ia sangat berharap seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Rohul ikut peduli dengan korban banjir.
Suparno mengimbau ke masyarakat yang bermukim dekat daerah aliran sungai (DAS) untuk selalu juga tetap waspada. Walaupun banjir dianggap sudah biasa, namun masyarakat yang bermukim di DAS harus tetap waspada, kemungkinan banjir kiriman dari daerah di hulu sungai. Masyarakat juga diimbau, agar tetap memantau aktivitas anak-anaknya ketika banjir melanda. (mad)









