ROKAN HULU, Tribun Riau- Karena tidak mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Hotel Labersa, Pekanbaru, 48 peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Rokan Hulu (Rohul) dinyatakan gugur.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Kabupaten Rohul Muhammad Zaki melalui Kabid Perencanaan Kepegawaian BKPP Rohul Heni Widiastuti mengaku, ke 48 peserta CPNS dipastikan gugur karena tidak mengikuti ujian SKD pada hari pertama ujian, Minggu (4/11/2018) kemarin.
Dijelaskan Heni, hari pertama ujian SKD berbasis CAT hanya ada dua sesi, yakni sesi ke empat dan sesi ke lima. Awalnya, peserta dari formasi tenaga pendidik yang mengikuti ujian sebanyak 1.427 orang, namun hanya 1.379 orang yang hadir, alias 48 orang tidak hadir atau absen.
Lalu, disesi ke empat hari pertama ujian, seharusnya 577 peserta CPNS yang jalani ujian, namun 14 orang tidak hadir dan langsung dipastikan gugur juga.
“Pada sesi kelima, jumlah peserta 850 orang, dan yang tak hadir 34 orang. Sehingga ke 34 orang tersebut juga dipastikan gugur karena tidak mengikuti ujian (SKD),” ungkap Heni, Senin (5/11/2018) sore kemarin.
Heni juga mengatakan, untuk jumlah peserta CPNS yang lolos ke tahap selanjutnya di hari pertama belum diketahui datanya, karena BKPP Rohul mendapatkan baru sebatas mendata peserta yang tidak hadir saja.
Sejauh ini, juga belum ada kendala besar yang dihadapi Panitia Seleksi CPNS Pemkab Rohul. Heni berharap tidak ada kendala dihadapi hingga ujian selesai. Kemudian sebut Heni, untuk ujian SKD berbasis CAT pada Senin (5/11/2018), di laksanakan empat sesi dengan jumlah peserta 2.895 orang, namun BKPP Rohul belum mengetahui berapa peserta yang tidak ikuti ujian.
“Nantinya, dari peserta yang melakukan registrasi atau mengisi daftar hadir baru bisa diketahui berapa jumlahnya,” kata Heni.
Dalam proses ujian SKD berbasis CAT, peserta CPNS Rohul tidak dibolehkan membawa barang-barang, seperti handphone, dompet, jam tangan, dan lainnya, terkecuali KTP dan kartu ujian.
“Kita telah siapkan untuk penitipan barang di lokasi ujian, sehingga peserta yang masuk hanya membawa KTP dan kartu ujian agar menghindari kucurangan,” tegas Heni. (mad)










