Nasional Anggota DPR Minta Pemerintah Tegas ke Pemuda Pancasila-FBR Seperti ke FPI

Anggota DPR Minta Pemerintah Tegas ke Pemuda Pancasila-FBR Seperti ke FPI

BERBAGI

Jakarta

Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila bentrok di Ciledug, Tangerang. Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PDIP, Junimart Girsang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mulai memanggil perwakilan kedua ormas tersebut.

“Pemberian izin sebagai legalitas dari Kemendagri atau Kemenkumham tentu dengan AD/ART masing-masing organisasi yang dalam salah satu pasalnya dipastikan berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Termasuk tujuannya membantu pemerintah dengan tanpa syarat menjaga ketertiban umum,” kata Junimart, saat dihubungi, Sabtu (20/11/2021).

“Dengan dasar pendirian di atas ternyata kemudian organisasi tersebut justru meresahkan masyarakat, maka Kemendagri harus proaktif memanggil pengurus dari ormas tersebut,” lanjutnya.

Junimart meminta agar Kemendagri mulai mengingatkan kedua ormas tersebut lantaran kerap meresahkan masyarakat dengan bentrok di jalanan. Dia meminta agar pemerintah tegas mengambil sikap dengan tidak memperpanjang izin kedua ormas itu jika masih menimbulkan keresahan.

“Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Junimart juga meminta agar Polri mulai merekomendasikan kepada Kemendagri untuk pembubaran ormas tersebut jika dinilai kerap membuat onar.

“Ya pemerintah berpegang kepada AD/ART-nya. Bahkan Polri juga bisa merekomendasikan kepada Kemendagri untuk membubarkan ormas yang beberapa kali bikin keonaran, meresahkan tersebut karena menyangkut kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat),” tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews