Hukrim Aktivitas Penampungan CPO Ilegal Marak, Milik Raja Diduga Terbesar di Riau

Aktivitas Penampungan CPO Ilegal Marak, Milik Raja Diduga Terbesar di Riau

21
BERBAGI

DUMAI, Tribunriau- Aktifitas penampungan Cruide Oil Pump (CPO) ilegal tampaknya semakin menjamur di Provinsi Riau. Dari beberapa tempat penampungan ilegal tersebut, diduga yang terbesar adalah milik Raja.

Dari data yang berhasil dirangkum, milik Raja tersebar di beberapa titik di Kota Dumai. Terbanyak di kecamatan bukit kapur 6 titik, disusul Dumai Barat 2 titik, Sungai Sembilan 2 titik, Dumai Kota 2 titik.

Pantauan di lapangan untuk wilayah Kota Dumai yang terbesar penampungan CPO disinyalir milik Raja di area puncak di kecamatan Bukit Kapur, kemudian diduga milik Manurung di Bukit Timah kecamatan Dumai Barat.

Modus yang dilakukan dengan memanggil supir truk yang melintas di jalan raya, agar masuk ke dalam gudang penampungan. Area tempat mafia CPO Ilegal ini sangat mudah dilihat, karena di depan Lokasi penampungan didirikan Pos di pinggir jalan raya untuk memanggil-manggil supir truk dan mengatur arus lalu lintas keluar masuk gudang. Setelah supir Truck masuk ke lokasi, supir membuka segel dari kran atau dari atas tutup tanki truck. Biasanya supir truck CPO “kencing” atau membuang muatan CPO sekitar 1 gelang hingga 4 gelang. 1 gelang setara dengan 70 kg.

Untuk mengelabui perusahaan tempat tujuan bongkar CPO, biasanya supir mengganti CPO yang telah dijual ke mafia, dengan mengisi air dalam plastik besar dalam jumlah banyak, ketika sampai di bongkaran pabrik perusahaan, plastik dibocorkan agar air tumpah. Ada juga dengan pola membawa bandol. Ketika truck masuk melewati pos security perusahaan, bandol dan air ikut ditimbang, setelah selesai CPO dicurahkan, bandol dikeluarkan oleh seseorang yang dimasukkan ke dalam baju, atau dipikul. Biasanya 1 bandol terbuat dari aluminium padu dengan berat antara 15 -20 kg.

Untuk wilayah di kecamatan Bukit Kapur dan Sungai Sembilan, kebanyakan CPO Ilegal berasal dari mobil truck tanki CPO, sedangkan untuk Dumai Barat CPO ilegal selain berasal dari truck CPO juga berasal dari “Kencing” CPO di Laut. Pengamanan di Lokasi gudang CPO Ilegal biasanya dibekingi Oknum Aparat. Informasi yang berhasil diperoleh, Raja diduga memiliki 8 tempat penampungan CPO Ilegal di wilayah Riau tanpa tersentuh hukum. (red)