Warga Rupat Minta Jalan Rusak dan Berlobang Segera Diperbaiki

Rupat, Tribunriau- Jalan Lintas Tanjung Kapal – Pergam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis rusak dan berlobang, warga meminta pihak terkait untuk segera memperbaikinya.

“Lihatlah kampung kami, jangan sampai ada korban, mohonlah pak camat, lurah, dinas PU untuk ambil kebijakan agar yang rusak ini segera diperbaiki, jika akses jalan sudah bagus, tentu daya jual masyarakat lancar, maupun ini ke kabupaten, maupun provinsi, tolonglah turun ke lapangan melihat kondisi yang sangat parah ini,” ujar salah seorang warga yang tak ingin namanya dipublikasikan, Selasa (21/7).

Dijelaskannya, ketika memasuki musim hujan, jalan tersebut tergenang hingga menutupi lobang-lobang.

“Kalau sudah terendam, kita nyetir harus konsen, karena lobang sudah tak nampak, rata dengan genangan air,” jelasnya.

Pantauan awak media, beberapa ruas yang rusak dimulai dari Kelurahan Tanjung Kapal, Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam dan Desa Sri Tanjung.

Selain itu, Ketua LSM TOPAN RI, Marjuki meminta pemerintah agar melihat kondisi jalan yang rusak ini, baik itu dewan dapil Rupat, Rupat Selatan, Rupat Utara.

“Turunlah ke jalan yang sangat memperhatinkan ini, kami butuh jalan kami diperbaiki sehingga akses jalan dapat lancar,” ungkap Marjuki.

Sementara itu, Camat Rupat ketika dikonfirmasi via selular mengatakan bahwa selama ini pemkab memang ingin menganggarkanya, namun terkendala proses hukum.

“Semoga cepat selesai, dapat segera dianggarkan, apabila itu diserahkan ke provinsi, semoga provinsi secepatnya untuk membangun,” ujar Camat.

Dikatakan Camat Rupat, terkait anggaran 2020 untuk Rupat, sudah sempat dianggarkan, namun karena Covid19, semuanya dirasionalisasi.

“Kitapun belum dapat salinan angka perubahannya, apa separuh atau satu paket, kita belum dapat salinannya lagi, mungkin pengurangan, dikurangi yang mana?, atau dihilangkan yang mana?, belum ada dokumennya, kita mengusulkan juga minimal pemeliharaan agar dianggarkan lagi, pemeliharaan sudah dilaksanakan tiga bulan yang lalu sebelum covid, cuma anggaran pemeliharaan belum selesai langsung tiba covid, jadi anggaran langsung dipangkas, yang sudah terlaksana dari Mesim sampai Sri Tanjung Pergam, itu sudah berjalan, setelah covid akhirnya stop pekerjaan, apa itu anggaran mau dipotong, sampai sekarang belum ada komunikasi,” jabar Camat Rupat.

Sementara itu, Anggota DPRD Bengkalis dari Golkar, Syahrial ST, MSi mengatakan bahwa pembangunan di Kecamatan Rupat terus dilakukan.

“Kalau kita sebut tidak ada pembangunan, ada (pembangunan),” ujarnya.

Namun, lanjut Syahrial, ada beberapa daerah perlu penanganan khusus, misalnya ruas Tanjung Kapal Darul Aman, kemudian daerah Titi Akar, Hutan Panjang, daerah-daerah tersebut perlu penanganan khusus.

“Karena dia bukan jalan lintas yang menghubungkan parawisata, namun penduduk sudah ada disana, beberapa kali kita sudah masukkan anggarannya, belum memuaskan karena sering terjadi rasionalisasi, sekarang dari tahun ke tahun ruas ruas jalan itu terus diperbaiki dan diminta agar setiap desa dapat memantau tonase mobil yang melebihi muatan,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak media agar fair dalam mempublikasikan pembangunan, tak hanya yang belum, yang sudah juga dipublis.

“Mudah-mudahan kedepan, pelan-pelan kemampuan yang terbatas APBD tetap dimasukk,an was-was itu,” kata Syahrial.

Penulis: Johan Simangunsong