Warga Lebak Belum Tahu Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Jakarta

Sejumlah warga di sekitar Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten belum banyak yang mengetahui skema pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Padahal, sosialisasi skema itu sudah dimulai pada 27 Juni kemarin hingga dua pekan ke depan.

Berdasarkan penelusuran detikcom di sekitar Pasar Rangkasbitung dan di beberapa agen penjual minyak goreng di sepanjang jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, sejumlah warga banyak warga yang belum mengetahui skema ini. Beberapa agen minyak goreng pun belum menyediakan barcode untuk aplikasi PeduliLindungi.

Hal ini dialami seorang warga bernama Rini. Dia mengaku belum mengetahui skema yang dibuat oleh pemerintah itu.

“Enggak tahu saya (PeduliLindungi). Enggak juga (menunjukan KTP). Masih langsung aja bayar dan dikasih minyak,” kata Rini kepada detikcom, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, skema penggunaan PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng terlalu ribet. Dia pun menginginkan kebijakan ini bisa dikaji ulang.

“Ribet aja yah, harus buka handphone dulu atau nyari KTP dulu (beli minyak),” ujarnya.

Meski sosialisasi itu belum dilaksanakan, dia masih bisa membeli minyak goreng. Harganya Rp 15.000 per liter.

“Iya belum di sini mah, langsung bayar saja,” jelasnya.

Warga lainnya bernama Marni juga mengaku belum mengetahui skema pembelian minyak goreng menggunakan PeduliLindungi. Dia juga membeli minyak goreng tanpa aplikasi tersebut.

“Nggak ngerti saya mah. Tadi mah beli saja terus bayar,” kata Marni.

Dia pun menginginkan pembelian minyak goreng tanpa skema atau persyaratan apapun. “Atuh susah harus bawa KTP aja atau bawa handphone aja. Mau kaya gini saja stok minyak banyak, membantu orang susah dan nggak pakai syarat atau skema apapun,” pungkasnya.

(yld/yld)

Sumber: DetikNews