Nasional Viral Mahasiswa Universitas Jambi Diusir Saat KKN Gegara Hina Nama Desa

Viral Mahasiswa Universitas Jambi Diusir Saat KKN Gegara Hina Nama Desa

BERBAGI

Jambi

Video disertai narasi mahasiswa Universitas Jambi (Unja) diusir warga saat kuliah kerja nyata (KKN) di salah satu desa viral. Para mahasiswa itu diduga diusir oleh warga gara-gara dianggap menghina nama desa tempat mereka KKN.

Dilihat detikcom, Rabu (24/11/2021), dalam video viral itu terlihat para mahasiswa sedang berkumpul di suatu tempat sambil bercanda. Mereka menyebut nama suatu daerah, yaitu Desa Kubu Kandang, di Kecamatan Pemayung, Batanghari, Jambi.

Nama desa itu diduga dihina oleh para mahasiswa itu sambil bercanda. Aksi mahasiswa itu kemudian diketahui warga desa yang kemudian disebut memanggil mereka dan mengusir agar tidak melanjutkan KKN di sana.

Para mahasiswa itu dikumpulkan di salah satu rumah warga. Dalam video itu terlihat warga sempat marah-marah atas ucapan para mahasiswi tersebut.

Pihak Universitas Jambi sudah buka suara. Wakil Rektor III Universitas Jambi (Unja) Teja Kaswari menyesalkan kejadian itu.

“Kami amat menyesalkan kejadian yang terjadi di salah satu lokasi Kukerta, di mana mahasiswa menghina nama lokasi tersebut yang berkonotasi ‘terbelakang’ atau ‘tertinggal’ di Instagram,” kata Teja saat dimintai konfirmasi.

Dia mengatakan pihak Universitas Jambi telah menyelesaikan masalah itu dengan warga desa setempat. Dia mengatakan Badan Pelaksana Kukerta telah memenuhi tuntutan adat. Pihak Kampus Unja juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan kepala desa setempat.

“Kami meminta maaf kepada kepala desa dan berjanji untuk lebih memperhatikan etika bertutur di media sosial anak anak kami,” ujar Teja.

Teja juga mengatakan para mahasiswa yang diusir gara-gara menghina nama desa itu sudah dimaafkan warga dan kepala desa. Teja mengatakan para mahasiswa itu masih melanjutkan KKN di sana.

“Perlu saya sampaikan, bahwa tidak ada pengusiran mahasiswa dari lokasi Kukerta. mereka masih diterima dengan baik disana. Tuntutan adat insyaallah akan kami lakukan yang berlokasi di desa tersebut,” ujar Teja.

(haf/haf)

Sumber: DetikNews